PRO KARIMUN – Kejaksaan Negeri Karimun (Kajari) telah menyumbangkan kas negara sebesar Rp 17, 1 miliar dari hasil lelang barang rampasan perkara tindak pidana khusus, atas permohonan Kejaksaan Negeri Karimun yang diseleng-garakan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam, belum lama ini.

”Alhamdulillah, kita berhasil setor ke kas negara Rp 17 miliar lebih sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Saya tidak menyangka, pemenang lelang di atas yang kita tawarkan, limitnya hanya Rp 9 miliar lebih,’’ terang Kepala Sub Bagian Pembinaan Kajari Negeri Karimun, Arie Prasetyo, Kamis (31/10).

Kepala Sub Bagian Pembinaan Kajari Negeri Karimun Arie Prasetyo. foto: batampos.co.id /tri haryono

Pelaksanaan lelang sendiri dilakukan secara online, dimana jenis barang bukti rampasan yang dilelang berupa telepon pintar dan drone sebanyak 22. 939 unit dari hasil penegahan Kanwil DJBC Khusus Kepri. Setelah putusan Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun keluar yang berkekuatan hukum tetap, untuk dilakukan lelang yang hasilnya disetorkan ke kas negara.

”Jangan salah pengertian, proses lelang sudah melalui aturan yang berkekuatan hukum. Panitianya langsung dari Kejagung, kita hanya pelaksana saja di sini. Uangnya, kita sama sekali tidak pegang, semuanya disetor langsung ke rekening negara,’’ jelasnya.

Menurut Arie, tahun ini kejaksaan telah menyumbang ke kas negara sebagai PNBP totalnya mencapai Rp 23 miliar lebih. Lelang yang paling tinggi, adalah lelang telepon pintar dan drone, belum lama ini. Dengan pemenang lelang atau pembeli telepon pintar itu PT Cahaya Mikaela Sejahtera yang berkedudukan di Jakarta.

”Pengumuman ada di media cetak. Semuanya, kita transparan untuk proses lelang. Sekarang semuanya, proses lelang di Kajari Karimun secara online,’’ tegasnya.

Dengan sistem lelang secara online, dapat meminimalisir kecurangan proses lelang itu sendiri. Sehingga, proses tersebut terbuka untuk umum, siapa saja bisa ikut. Dan paling penting, peserta lelang harus memenuhi persyaratan.

”Jadi, tahun ini, pemecah rekor lelang telepon pintar yang mencapai Rp 17 miliar lebih di Kajari Karimun,’’ terangnya. (tri)