PRO KARIMUN – Puluhan pedagang pakaian dan sandal di tempat penampu-ngan sementara di bekas Pasar Indra Sakti, Tanjungbatu Kota, mengeluhkan sepinya pembeli. Hampir satu tahun lebih, puluhan pedagang bertahan di penampungan sementara, meski pengunjung pasar sangat sepi. Karena terus merugi akibat tidak ada pembeli, pedagang mengancam akan berjualan di Balai Pemuda dan pinggir jalan.

Seperti dikatakan Johandra, salah satu pedagang pakaian, kepada Batam Pos, Selasa (29/10). Dia mengatakan, awalnya terdapat 52 pedagang pakaian dan sandal serta pedagang aksesoris. Namun, yang bertahan hanya belasan pedagang. Pada umumnya pedagang tidak tahan lagi karena di tempat penampu-ngan sementara sepi pengunjung, hal itu disebabkan lokasinya kurang strategis. Banyak pedagang yang terpaksa berjualan di kaki lima keliling di sejumlah daerah.

“Pak Bupati coba sekali-kali datang ke Pasar Indra Sakti, tengok tempat jualan kami biar tahu bagaimana susahnya di tempat penampungan yang tidak ada pe-ngunjungnya. Di sini kami dikenakan sewa kios dan listrik,” ujarnya.

Johandra mengatakan, masalah ini pernah disampaikan pada Camat Kundur Ery Novaljadinata. Sebelumnya pernah juga disampaikan pada anggota DPRD periode sebelumnya, namun semuanya tidak ada solusinya.

”Maka kami pedagang akan berjualan di Balai Pemuda atau di pinggir jalan jika tidak ada perhatian. Pedagang sudah lelah berada di tempat penampungan sementara entah kapan pedagang akan dipindahkan ke pasar yang baru,” ujarnya.

Menanggapi keluhan pedagang, Camat Kundur Ery Novaljadinata mengakui bahwa penempatan kios di Pasar Indra Sakti untuk sementara menjelang pembangunan pasar baru seselai. Sebelumnya pernah datang pedagang minta izin berjualan di halaman Balai Pemuda, namun tidak diperkenankan.

Alasannya halaman Balai Pemuda untuk fasilitas umum dan sering digelar event sehingga tidak memungkinkan pedagang berjualan di Balai Pemuda.

”Selain itu bertentangan dengan aturan, fasilitas umum meskipun digunakan hanya satu tahun sekali untuk bazar Ramadan,” ujarnya. (ims)