PRO KARIMUN – Operasi Zebra Seligi 2019 di wilayah Kabupaten Karimun yang dilaksanakan Polres Karimun berlangsung selama 14 hari atau dua pekan. Selama dua hari pelaksanaan operasi, sudah 106 surat tilang yang diberikan terhadap pengemudi kendaraan bermotor (ranmor) yang melanggar peraturan lalu lintas.

“Pada hari pertama, ada 46 surat tilang kita berikan terhadap pelanggar lalu lintas,’’ ujar Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Teuku Fazrial Kenedy kepada Batam Pos, Kamis (24/10).

Pelanggaran yang masih ditemukan di lapangan karena tidak membawa STNK. Ada juga yang tidak memiliki dan membawa SIM.

Pelanggaran lainnya, sepeda motor tidak lengkap sebagai-mana ketentuan standardi-sasi kelayakan sepeda motor digunakan di jalan raya.

Satlantas Polres Karimun ketika melakukan penilangan.FOTO SANDI PRAMOSINTO/BATAMPOS

Di hari kedua, jumlah penilangan meningkat. Yakni, sebanyak 60 surat tilang.

“Jenis pelanggaran sebagian besar karena tidak membawa STNK dan SIM,” ujarnya.

Meski demikian, operasi ini, tidak hanya melakukan penin-dakan dengan cara memberikan surat tilang, tapi juga memberikan surat teguran.

Khususnya, terhadap pelanggaran kecil. Tapi, kata dia, intinya dari operasi yang dilaksanakan ini tujuannya tidak lain untuk keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas.

Untuk diketahui, pembayaran tilang sudah menggunakan sistem online. Artinya, jika ingin membayar denda tilang, maka bisa dilakukan di bank yang sudah ditunjuk. Tapi, jika memang ingin mengikuti sidang, maka silakan ikut sidang.

Sementara itu pantauan di lapangan, banyak pengguna kendaraan roda dua yang balik arah. Setelah beberapa meter, mengetahui adanya razia di parkiran depan kantor Perpustakaan Tanjungbalai Karimun.

”Terpaksalah balek arah dulu. SIM saya sudah mati, belum diurus lagi,’’ ucap Rahmat sambil berlalu. (san/tri)