Perwakilan SMP, dan SMA se Kecamatan Kundur, menyatakan perang terhadap narkoba usai mengikuti sosialisasi yang dilaksanakan BNNK Karimun.

PRO KARIMUN – Pelajar sekolah merupakan generasi bangsa. Ironisnya, penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja pun makin meningkat. Dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karimun, menilai perlu memberikan pemahaman bahaya narkoba bagi pelajar di Kundur, dan Durai.

Sosialisasi di Pulau Kundur diikuti sekitar 60 pelajar dari perwakilan SMP, dan SMA se Kecamatan Kundur, Selasa (15/10). Untuk pemateri disampaikan Kasi P2M BNNK Karimun, Tsaniya Azmi, SSos.

Tsaniya memaparkan bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) bagi kalangan remaja. Penyalahgunaan pemakaian NAPZA yang bukan digunakan untuk tujuan pengobatan, dan tidak dalam pengawasan dokter dapat menyebabkan kecanduan serta ketergantungan secara fisik maupun mental.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk mengantisipasi dan mencegah penyalahgunaan NAPZA di kalangan pelajar. Artinya, pelajar harus sudah memahami bahaya narkoba sehingga bisa mewaspadai dan menghindari sedini mungkin,” tegas Tsaniya.

Pada kesempatan itu, Tsaniya juga menyampaikan jenis-jenis narkoba, serta dampak penyalahgunaan narkoba, dan cara pencegahannya. Termasuk rokok yang bisa membahayakan bagi kesehatan.

Seluruh peserta tampak antusias mendengarkan penjelasan narasumber terkait bahaya narkoba. Bahkan mereka berlomba-lomba mengajukan pertanyaan agar lebih paham apa yang disampaikan.

“Bagi kami, jadi bisa tahu bahaya yang akan ditanggung jika terjerat narkoba,” kata salah seorang peserta.

Antusias peserta sosialisasi bahaya narkoba di kalangan pelajar juga terlihat di Kecamatan Durai. Sebanyak 50 peserta dari perwakilan SD, SLTP, dan SLTA, mengikuti kegiatan yang dipusatkan di aula kantor camat, Kamis (17/10).

Di hadapan peserta, Penyuluh BNNK Karimun, Soready Latif SE menyampaikan tentang jenis-jenis narkotika, psitropika dan bahan adektif serta cara pencegahannya. Kalangan pelajar di pulau, menjadi sasaran empuk bagi perederan gelap narkoba.

“Sejak dini, pelajar perlu dibekali akan pemahaman bahaya narkoba. Sehingga bisa membentengi diri. Dan ingat, jangan pernah sekali-sekali mencoba, karena jika sudah terjerumus sulit akan kembali,” pesan Soready di hadapan peserta yang juga dihadiri guru pembimbing, Sekcam Durai, perwakilan Kemenag, Perwakilan Puskesmas Durai, dan anggota Polres Karimun.

Guru pembimbing SMPN 1 Durai mengapresasi kegiatan yang dilaksanakan BNNK Karimun. Mengingat, penyalahgunaan obat-obatan tanpa resep dokter di kalangan pelajar di Durai sudah meresahkan.

“Kami sangat mengharapkan BNN selalu memberikan penyuluhan bahaya Narkoba terhadap pelajar maupun remaja di Durai. Termasuk kepada pemerintah, kami minta dapat mengawasi perdagangan zat adektif, terutama obat batuk yang disalahgunakan pelajar. Kondisi ini cukup meresahkan kami sebagai guru,” keluh guru pembimbing SMPN 1 Durai. (enl)