PRO KARIMUN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Karimun, memprediksi Karimun diguyur hujan beberapa hari ke depan. Artinya, hujan sudah mulai turun namun tidak merata di semua wilayah. Hal tersebut dikarenakan terjadinya pertumbuhan awan-awan konvektif (awan penyebab hujan, red) di wilayah Kepri dan Sumatera bagian Utara yang signifikan. Disebabkan, adanya sirkulasi di daerah Sumatera bagian Utara dan pertemuan angin di atas wilayah Kepri hingga Selat Malaka.

’’Untuk beberapa hari ke depan Kabupaten Karimun akan diguyur hujan, terutama pada sore dan malam hari. Namun, tidak merata atau dengan kata lain hujan lokal,’’ kata Kepala BMKG Karimun, Raden Eko Sarjono, Minggu (20/10/2019).

Kendati terjadi hujan lokal, Karimun belum memasuki musim penghujan. Cuaca cerah dan berawan masih dominan yang terkadang terjadi hujan lokal di beberapa tempat. Untuk itu, pihaknya tetap mengimbau agar memanfaatkan informasi cuaca melalui short message service (SMS), gateway, email push, blog, Instagram, Facebook, Twitter hingga website, maupun medsos lainnya. Terutama, bagi para nelayan maupun pelaku pelayaran yang banyak beraktivitas di laut.

’’Titik hotspot di Kepri tidak ada terpantau. Tapi, tetap harus waspada bagi masyarakat. Jangan melakukan pembakaran karhutla,’’ pesannya.

Sebelumnya, Satpolairud Polres Karimun mengimbau kepada seluruh pengusaha pelayaran, pengguna jasa maritim, dan masyarakat pesisir pantai serta nelayan agar tetap waspada terhadap keselamatan di laut dan apabila terjadi sesuai segera menghubungi Sat Polairud terdekat.

’’Untuk antisipasi sesuatu yang tidak diinginkan bagi semua pihak. Maka, kita keluarkan imbauan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Karimun,’’ jelas Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus. (tri)