PRO KARIMUN – Kantor Wilayah BTN Kepri mensosialisasikan program KPR BTN Bantuan Pembiayaan Perumahaan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang berbasis tabungan dengan kuota 14 ribu unit rumah subsidi dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Sosialisasi dilakukan kepada sejumlah asosiasi, seperti REI dan Pengembang Indonesia (PI) dan hadir juga PT Azka Anugerah Sejahtera (AAS), PT Suman Prianto, PT LBB Group, PT Sinar Indah, PT Anugerah Realtindo Karimun dan pihak Nagamas Regency Karimun dan beberapa pengembang Karimun.

“Sosialisasi ini kita berikan agar para pengembang di Karimun bisa memahami dan menjelaskan apa itu program KPR BTN BP2BT kepada calon konsumen nantinya. Sehingga, calon konsumen dapat memahami. Dimana, subsidi bukan berbentuk bunga. Namun, subsidi bantuan uang muka atau DP yang dengan besarannya hingga Rp 40 juta,’’ kata Deputy Branch Manager BTN Batam Kepri, Ardi Darmawan di Karimun, Sabtu (12/10).

Sementara itu salah satu developer muda pemilik PT Azka Anugerah Sejahtera (A2S)Karimun, Efryan Santana yang merupakan developer Perumahan Azka Residence Karimun berharap dengan adanya sosialisasi tersebut dapat memecahkan masalah yang saat ini sudah habis kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi konsumen rumah subsidi di Karimun.

FOTO DOK PT AAS KARIMUN UNTUK BATAMPOS
Pengembang yang sekaligus bos PT Azka Anugerah Sejahtera (AAS) Karimun Efryan Santana (pakai topi) ketika menyerahkan berkas kepada calon konsumen yang mengambil rumah subsidi dari program BP2BT.FOTO DOK PT AAS KARIMUN UNTUK BATAMPOS

“Sosialisasi ini akan kita implementasikan kepada para calon konsumen AAS Karimun. Ada calon konsumen yang langsung menandatangani surat persetujuan KPR BTN BP2BT yang langsung diserahkan secara simbolis kepada pihak BTN,’’ jelas pengusaha muda ini, Minggu (13/10).

Dirinya juga, berharap kepada masyarakat yang usianya masih produktif agar merencanakan untuk pengambilan rumah subsidi yang dipermudah oleh pemerintah pusat saat ini. Sehingga, ketika sudah berkeluarga tidak lagi menyewa rumah dan bisa memiliki rumah yang cukup layak dan sangat terjangkau angsurannya.

“Walaupun saya baru pertama terjun ke bisnis developer. Tapi, sebagai putra daerah dan generasi milenial siap berkompetisi dengan developer lainnya untuk bersama-sama menciptakan lapangan kerja dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memiliki rumah,’’ tuturnya.

Sedangkan, Ketua DPD Asosiasi Pengembang Indonesia Kepri Kurnianto mengungkapkan, bahwa semua anggota asosiasi yang dipimpinnya sudah melaksanakan program tersebut secara keseluruhan. Dalam membangun, rumah subsidi dan pihaknya juga akan menggalakkan kembali supaya program FLPP yang sebelumnya macet, dapat berjalan kembali.

“Kalau dari sisi praktisi properti, bagaimana pun program BP2BT sangat membantu di tengah ketidakpastian kuota FLPP,’’ ungkapnya. (tri)

Loading...