PRO KARIMUN – Pawai Budaya keluarga besar Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun digelar untuk menyambut Hari Jadi ke-20 Kabupaten Karimun di ruas jalan Coastal Area, Tanjungbalai Karimun, Kamis (10/10). Pawai Budaya yang diikuti sekitar 5 ribu pelajar mulai tingkat SD, SMP, SMA/Sederajat dan paguyuban se-Pulau Karimun ini dilepas langsung oleh Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim. Berbagai pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia mewarnai Pawai Budaya ini.

’’Melalui pakaian adat inilah, kita bisa melestarikan kebudayaan masing-masing daerah kepada generasi muda. Sebagai bentuk kebhinekaan yang ada di Kabupaten Karimun yang sudah memasuki usia 20 tahun besok (Sabtu, red),’’ kata Anwar Hasyim, Kamis (10/10). Selain itu, Pawai budaya juga menjadi momen untuk mempererat persaudaraan di dalam masyarakat Karimun yang heterogen.

Di kesempatan tersebut, Anwar juga menyampaikan terima kasih atas kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga kedamaian selama ini. Sehingga, terjadi kesatuan dan persatuan di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

Dimana, pada tahun lalu dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Karimun juga digelar pawai kebudayaan yang melibatkan Forum Kerukunan Kebangsaan (FKK) Karimun. Di Hari Jadi ke-20 Kabupaten Karimun ini, Pemerintah Kabupaten Karimun menyelenggarakan secara sederhana dengan melaksanakan upacara dan syukuran.

”Saya juga berterima kasih kepada pihak TNI-Polri yang tetap bersama-sama dengan masyarakat. Untuk menjaga kamtibmas sampai sekarang, serta tetap terus bergandengan tangan untuk membangun Kabupaten Karimun ke depan,’’ungkapnya.

f. Tri Haryono/Batam Pos
Pelajar SD menggunakan pakaian adat dalam Pawai Budaya di ruas Jalan Coastal Area, Tanjungbalai Karimun, Kamis (10/10).

Koordinator Pawai Budaya keluarga besar Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim menyampaikan, pawai budaya ini sebagai bentuk keberagaman adat istiadat yang ada di Indonesia. Dimana Kabupaten Karimun, masyarakatnya yang heterogen mampu melestarikan seni budaya dan religi.

’’Di sini kita memberikan kesempatan masing-masing sekolah, untuk berkreasi dan berinovasi menggunakan pakaian tradisional yang ada di Indonesia. Sebagai bentuk motivasi anak-anak untuk tetap cinta budaya masing-masing daerah,’’ tuturnya.

Sementara itu pantauan di lapangan, hadir dalam pelepasan pawai budaya yaitu Danlanal Tanjungbalai Karimun, Dandim 0317 Karimun, Ketua Pengadilan Negeri Karimun dan para peserta menggunakan pakaian adat dari masing-masing daerah. Mulai dari adat Melayu, Jawa, Sunda, Papua, Tionghoa, Batak, Bugis, dan lainnya. Selain pakaian adat, ada juga peserta yang mengenakan baju profesi seperti tentara, polisi, petani, dokter dan nelayan.

Para peserta juga ada yang memakai pakaian daur ulang dari plastik. Selain itu informasi yang dihimpun, dalam memperingati Hari Jadi ke-20 Kabupaten Karimun dapat dipastikan Bupati Karimun Aunur Rafiq tidak dapat menghadiri. ”Bapak sedang melaksanakan umrah selama 12 hari, kemungkinan pekan depan kembali ke Karimun,’’ kata salah seorang kepala dinas. (tri)

Loading...