ilustrasi

PRO KARIMUN – Konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kilogram bersubsidi untuk keluarga tak mampu belum sepenuhnya habis. Hal ini dibuktikan masih adanya jatah minyak tanah, khususnya untuk Pulau Karimun pada bulan ini yang jumlahnya mencapai 125 ton.

”Sesuai dengan surat rekomendasi yang kita terima dan pengambilan yang dilakukan ke Pertamina, memang untuk bulan ini masih ada sisa kuota minyak tanah 10 persen dari jumlah total beberapa bulan lalu. Artinya, 10 persen dari kuota tersebut untuk bulan ini kita masih melakukan pengambilan sebanyak 125 ton,” ujar Direksi PT Petromas Jaya Abadi, Amirullah kepada Batam Pos, Senin (7/10/2019).

Minyak tanah 125 ton tersebut langsung didistribusikan ke pangkalan minyak tanah yang ada di Pulau Karimun. Peruntukannya untuk Pulau Karimun saja.

Menyinggung tentang kuota untuk bulan depan sampai dengan akhir tahun, Amirullah menyebutkan, untuk jumlah bulan depan belum dapat dipastikan.

”Kami tidak dapat pastikan apakah masih ada atau tidak pada bulan depan. Jika memang masih ada, maka akan ada pemberitahuan melalui surat resmi kepada kita. Yang jelas, saat ini memang kuota minyak tanah sudah berkurang karena sudah ada konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kg bersubsidi,’’ jelasnya.

Sesuai berita di koran ini, belum semua keluarga tidak mampu mendapatkan paket konversi gas elpiji 3 kg dari pemerintah pusat. Hal ini menyebabkan, ribuan keluarga kesulitan untuk mendapatkan minyak tanah. Sebagai contoh, keluarga yang berdomisili di pulau-pulau Kecamatan Moro.

Selain itu, paket konversi gas elpiji 3 kg juga belum diterima. Sehingga, menyebabkan keluarga tak mampu beralih menggunakan minyak solar sebagai ganti untuk memasak. (san)

Loading...