f. TRI HARYONO/BATAM POS
Suasana Kota Tanjungbalai Karimun pada malam hari.

PRO KARIMUN – Tidak lama lagi, Kabupaten Karimun akan memasuki usia ke-20 tahun, tepatnya 12 Oktober mendatang. Namun, tidak dimeriahkan dengan pameran pembangunan. Mengingat, anggaran terbatas dan terjadi rasionalisasi pada 2019 ini oleh Pemerintah Kabupaten Karimun. Hal ini diungkapkan Bupati Karimun Aunur Rafiq, belum lama ini.

“Untuk kali ini, kita peringa-ti hari jadi Kabupaten Karimun ke-20 secara sederhana saja. Insya Allah, tahun depan bisa dilaksanakan lebih meriah,” kata Rafiq, Minggu (7/10).

Dia mengakui, selama memimpin Kabupaten Karimun kurang lebih empat tahun berjalan. Belum mampu membangun Kabupaten Karimun lebih besar lagi. Namun demikian, paling penting bagaimana menjaga hasil pembangunan. Terutama, dalam kebersihan di lingkungan termasuk di tempat-tempat wisata seperti di Coastal Area dan lainnya.

“Saya akui, belum mampu membangun besar-besar. Mengingat, kondisi zaman dulu dengan zaman sekarang sangat berbeda, tapi kita harus tetap bersyukur masih bisa menikmati hasil pembangunan sekarang,’’ ujarnya.

Dalam menyambut hari jadi Kabupaten Karimun ke-20, kata Rafiq, ada beberapa kegi-atan yang diselenggarakan seperti pawai budaya pelajar, dan kegiatan pertandingan yang dilakukan oleh masyarakat. Kemudian tablig akbar dan ditutup dengan mandi safar di Pantai Pelawan. Sedangkan, penandatanganan perjanjian kerja sama dengan investor sedang dijajaki yang bekerja sama dengan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan pihak swasta.

“Mudah-mudahan dapat dilakukan MoU di hari jadi Kabupaten Karimun nanti. Investor lokal saja, untuk landing craft di pelabuhan bongkar muat di Parit Rempak,” terangnya.

Sementara itu informasi yang dihimpun, sejak 2016 lalu atau tepatnya di hari jadi Kabupaten Karimun ke-17 hingga sekarang belum terealisasi relokasi pelabuhan bongkar muat dari Pelabuhan Taman Bunga ke Pelabuhan Parit Rempak yang berada di Kawasan Perdagangan bebas dan Pelabuhan Bebas atau free trade zone (FTZ).

Sedangkan, pada 2017 lalu Bupati Karimun bersama rombongan termasuk wakil rakyat DPRD Karimun melakukan kunjungan ke Kairo, Mesir dalam acara Indonesian Expo untuk menarik investor asal Kairo agar berinvestasi di Kabupaten Karimun. Namun, hingga sekarang hasilnya tidak kunjung datang para investor tersebut.

Di HUT ke-18 Kabupaten Karimun, juga dilakukan MoU salah satunya, dengan PT Berkah Pulau Bintan yang berencana membangun smelter aluminium (INGOT) di Selat Beliah, Kecamatan Kundur Barat. PT Berkah Pulau Bintan akan me-rekrut 4.000 sampai 5.000 tenaga kerja yang diharapkan dapat memberikan kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal. Namun, lagi-lagi tidak kunjung terealisasi hingga sekarang.

Selanjutnya, pada HUT ke-19 Kabupaten Karimun pada tahun 2018 lalu merencanakan pembangunan agrowisata dengan objek Gunung Jantan sebagai pendukung di sektor pariwisata.

“Harapan saya sih, di hari jadi ke-20 Kabupaten Karimun. Bagaimana bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sini yang hingga sekarang sangat lesu. Sesuai dengan temanya, yaitu SDM Unggul, Karimun Bersih dan Indonesia Maju dengan APBD yang cukup besar Rp 1,5 triliun,” kata Raja Zurantiaz, tokoh masyarakat Karimun. (tri)

Loading...