Kondisi Pasar Puakang saat ini yang terkesan kumuh, akibat kurang perhatian dari Perusda Karimun sebagai pengelola.
foto: batampos.co.id / try haryono

PRO KEPRI – Bupati Karimun Aunur Rafiq, mengunjungi pasar Puakang yang kini menjadi pasar seken. Hasil dari kunjungan tersebut, ia mengatakan bahwa para pedagang mengeluhkan minimnya fasilitas umum. Sehingga, para pengunjung enggan datang yang berdampak turunnya omzet bagi para pedagang itu sendiri.

“Dua tahun lalu, gedung pasar seken tersebut sudah dilakukan pengecetan. Sekarang sudah pudar, kemudian mereka (pedagang, red) minta dicat lagi,” terang Aunur Rafiq, Minggu (6/10/2019).

Permintaan pedagang tersebut, diantaranya untuk membangun fasilitas umum yaitu tempat mushola, kamar kecil, pemasangan kanopi, pemasangan paving block.

Kemudian, perbaikan drainase saat hujan turun terjadi banjir, semenisasi yang akan direalisasikan pada tahun 2020 mendatang.

“Dikarenakan Perusda Karimun tidak mampu bangun, maka Pemerintah Daerah yang akan bangun fasum tersebut. Dan akan diserahkan kembali ke Perusda Karimun untuk dikelola. Sedangkan, lahan kosong nantinya akan peruntukan ruang terbuka hijau dan aset gedung pasar puakang sudah milik Perusda Karimun,” ungkapnya. (tri)

Loading...