Peserta yang mengikuti workshop gerakan guru membaca dan menulis (G2M2) di Gedung Nilam Sari, beberapa waktu lalu.

PRO KARIMUN – Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Meral, belum lama ini menyelenggarakan workshop gerakan guru membaca dan menulis (G2M2) dengan jumlah peserta 240 guru yang terdiri dari guru TK, SMP dan SMA se-Kabupaten Karimun.

Kegiatan tersebut digagas oleh KKG Kecamatan Meral, Meral Barat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Karimun, PGRI, K3S se-Kecamatan Meral, Meral Barat.

’’Melalui kegiatan ini, kita harapkan para guru bisa berkarya melalui membaca dan menulis untuk memperkuat wawasan tentang perkembangan zaman. Perlu diingat, pendidikan 4.0 sudah didepan pintu yang harus merespon kebutuhan dalam revolusi industri, termasuk para tenaga pengajar,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim, Jumat (27/9).

Sementara itu Ketua pelaksana workshop G2M2 Eva Yurike mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari yaitu Jumat (20/9) hingga Minggu (22/9) lalu. Dengan menghadirkan narasumber pendiri G2M2, Teddy Fiktorius dari Pontianak dan Riska Hartanti dari Batam. Tujuan dari kegiatan tersebut, tidak lain untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam menghasilkan karya tulis dalam sebuah buku karya mandiri ber-ISBN (International Standard Book Number) dan artiketl jurnal ber-ISSN (Nomor Seri Standar Internasional).

’’Jadi kita berikan kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja Guru dan Kepala Sckolah untuk berbagi pengalaman. Serta hasilnya, mahir public speaking di era 4.0 nanti,’’ ujarnya.

Mengingat, para guru saat ini tidak sekedar mengajar saja, namun harus memperluas wawasan dan pengetahuan dalam berbagai hal. Khususnya, literasi, mind mapping, optimalisasi otak, motivasi dan psikologi pembelajaran. Hal ini menjadi kewajiban para guru nantinya terutama dalam literasi membaca dan menulis.

’’Ke depan, guru harus bisa berpikir kritis dan melatih untuk memecahkan permasalahan. Sehingga, benar-benar menjadi guru yang profesional dalam menciptakan anak didiknya sebagai generasi akan datang,’’ ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, diberikan berbagai materi seperti literasi sains ecoenzim yang langsung praktek pembuatannya. Kemudian, materi literasi baca tulis di era revolusi industri 4.0 dan seluk beluk penerbitan buku ber-ISBN dan artikel jurnal ber-ISSN. (tri)