Kabut asap yang menyelimuti perairan Karimun belum sampai mengganggu aktivitas pelayaran. Ironisnya, Karimun hingga kini belum memiliki alat ukur pendeteksi kualitas udara foto.tri

PRO KARIMUN – Kabut asap kiriman yang melanda Kabupaten Karimun, berdampak terhadap kwalitas udara yang kurang sehat. Ironisnya, kabupaten berjuluk Bumi Berazam tidak memiliki alat ukur pendeteksi kwalitas udara. Sehingga, dampak tidak dapat mengukur ambang batas kwalitas udara itu sendiri yang terjadi sekarang.

“Kalau kwalitas udara saya tidak bisa menyatakan. Diharapkan Dinas Lingkungan Hidup supaya memasang alat deteksi kwalitas udara ke depan,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rahmadi, Sabtu (21/9/2019).

Dinas Kesehatan hanya berpatokan pada Kota Batam yang memiliki alat ukur pendekteksi kwalitas udara. Untuk mengantisipasi terjadinya korban kabut asap kiriman, Dinas Kesehatan telah memerintahkan kepada seluruh jajaran Puskesmas membentuk posko layanan dampak kabut asap yang bekerjasama dengan stakeholder lainnya.

“Kita sudah mempersiapkan masker sebanyak 2500 box. Dan sudah didistribusikan sebanyak 500 box kepada masyarakat. Bagi pihak-pihaknya ingin menyalurkan CSR, agar dalam bentuk masker, susu maupun vitamin kepada penderita TBC,” pesannya.

Sementara Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya menyatakan, sudah menetapkan satu orang tersangka pelaku karhutla warga Kundur, berinisial KH. Tersangka sudah ditangani Polsek Kundur.

“Saya harap kerjasama semua pihak agar menjaga lingkungannya dari karhutla. Maklum kondisi cuaca saat ini, sudah kurang sehat jangan ditambah lagi pembakaran lahan oleh warga,” ucapnya.

Terpisah tokoh masyarakat Kundur R Zurantiaz mengungkapkan terjadinya kabut asap saat tidak luput dari kesalahan pemerintah. Artinya, kesalahan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sama tidak ada kepedulian terhadap lingkungan.

“Menurut saya, peran pemerintah daerah tidak ada. Anda bisa lihat sendiri, untuk membeli alat ukur kwalitas udara saja tidak ada. Jangan, masyarakat yang dijadikan korbanlah,” tanyanya.

Pantauan di lapangan, kabut asap semakin tebal dengan warna putih yang menyeliputi pusat kota Kabupaten Karimun. Walaupun, sinar matahari masih menyinari akan tetapi sangat terganggu terhadap kesehatan. Terutama, bagi masyarakat yang mengendarai roda dua harus menggunakan masker. (tri)

Loading...