Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya sedang menginterogasi tersangka Ishak, pengedar pil ribuan ekstasi

PRO KARIMUN – Jajaran Sat Resnarkoba Polres Karimun berhasil mengamankan dua orang yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis pil ekstasi dan happy five. Mere-ka adalah Ishak, 36, dan Adi Candra, 36, pada Senin (9/9) dan Selasa (10/9).

”Dalam pengungkapan yang kita lakukan diamankan barang bukti berupa pil ekstasi sebanyak 3.950 butir dan pil happy five 466.

Kemudian, juga ditemukan satu paket kecil sabu beserta alat isap,’’ ujar Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya didampingi Kasat Resnarkoba AKP Rayen-dra kepada Batam Pos, Kamis (12/9).

Awal pengungkapan kasus narkotika ini, kata Kapolres, ketika anggota Sat Resnarkoba mendapatkan informasi adanya seorang pria yang memiliki pil ekstasi. Kemudian, pada Senin (9/9) pukul 23.15 WIB dilakukan penyelidikan dengan mendatangi Hotel Century 21 Tanjungbalai Karimun. Di lobi hotel tersebut ditemukan seorang pria yang diketahui Adi Candra. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan empat butir pil ekstasi warga biru dengan tulisan Lego.

”Pengakuan Adi Candra bahwa pil tersebut dibeli dari Ishak dengan harga per butir Rp 160 ribu. Rencananya, pil tersebut akan dijual lagi dengan harga Rp 200 ribu per butir,” paparnya.

Ia mengatakan, dari penang-kapan tersangka pertama dilakukan pengembangan.

Sehingga, diketahui keberadaan Ishak yang merupakan pengedar pil ekstasi.

”Selanjutnya, tim melakukan pemetaaan dan akhirnya mendatangi rumah kontrakan Ishak di Kelurahan Sei Lakam pada Selasa (10/9) 01.30 WIB,’’ paparnya.

Pada saat dilakukan penggerebekan, lanjut Hengky, tidak ada perlawanan.

Saat itu, anggota langsung melakukan pemeriksaan dan menemukan dua butir pil ekstasi di tangan kanan tersangka. Selanjutnya, penggeledahan di dalam kamar dan ditemukan satu bungkus plastik yang berisi narkotika jenis pil ekstasi dan pil happy five.
”Berdasarkan pengakuan sementara tersangka Ishak, bahwa barang tersebut berasal dari luar Provinsi Kepri. Memang ada yang menyuruh tersangka untuk membawa. Selain itu, tersangka Ishak juga dijanjikan sejumlah uang. Hanya, keterangan tersangka ini masih perlu kita dalami,’’ jelas Kapolres. (san)