PRO KARIMUN – Operasi Patuh Seligi 2019 yang dilaksanakan Sat Lantas Polres Karimun selama dua pekan resmi berakhir pada Rabu (11/9). Hampir seribu kendaraan bermotor (ranmor) yang ditilang selama operasi tersebut berlangsung.

”Berdasarkan hasil rekapitulasi, memang hampir seribu surat tilang yang telah kita keluarkan selama operasi berlangsung. Tepatnya, 964 lembar surat tilang. Terdiri dari 18 surat tilang untuk ranmor roda empat dan sisanya 946 lembar untuk ranmor roda dua,’’ ujar Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Teuku Fazrial Kenedy kepada Batam Pos, Kamis (12/9/2019).

Dikatakannya, mengambil tindakan tidak semua pelanggar lalu lintas yang ditemukan dilakukan penahanan kenda-rannya. Artinya, jika pada saat dilakukan pemeriksaan oleh Polantas pengemudi tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK, maka baru dilakukan penahanan sepeda motor. Sepeda motor yang ditahan semuanya sepeda motor de-ngan jumlah 190 unit.

”Pelanggaran yang paling banyak ditemukan selama Operasi Patuh Seligi 2019 tentang tidak adanya STNK. Kalau pun ada STNK yang dibawa fotokopi,’’ jelasnya.

Jumlah penilangan terhadap pelanggaran tidak membawa STNK sebanyak 438 lembar. Dan, tidak untuk pelanggaran terkait SIM sebanyak 273 lembar. ”Pelanggaran yang paling banyak itu di Kecamatan Karimun,’’ jelasnya.

Menyinggung tentang pening-katan pembayaran pajak ranmor, Kenedy menyebutkan, setiap kali ada operasi terkait lalu lintas, dampaknya tetap ada.

F. Sandi Pramosinto/Batam POs
Anggota Polantas Karimun sedang manaikkan sepeda motor yang terjaring operasi ke truk saat Operasi Patuh Seligi beberapa waktu lalu.

”Apalagi, ketika operasi berlangsung kita juga melibatkan petugas dari Samsat Provinsi Kepri. Sehingga, ketika anggota kita memeriksa ada pengemudi yang belum melunasi pajaknya, maka kita arahkan untuk membayar. Selain itu, tidak kita tilang. Ini merupakan bentuk toleransi,’’ katanya.

Sementara, Kapolsek Kundur Kompol Endi Endarto melalui Kanitlantas Iptu Sadi mengatakan selama digelarnya operasi patuh seligi 2019 di wilayah hukum Polsek Kundur terjaring 168 unit kendaraan bermotor. Disebutkan sanksi kendaraan yang terjaring diberlakukan tilang elektronik (E-tilang) dan kendaraan diamankan di Mapolsek Kundur.

”Iya pelanggaran didominasi pengendara belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan pengendara tidak mengenakan helm serta tidak melengkapi surat kendaraan seperti STNK,”terang Sadi.

Lebih lanjut dikatakan operasi patuh seligi 2019 yang baru saja usai dilaksanakan memberikan dampak positif. Terutama dapat meningkatkan kesadaran pengendara akan mematuhi peraturan berlalu lintas. Hal itu dapat dirasakan pasca operasi patuh seligi pengendara terlihat mengenakan helm standar, pengurusan SIM juga meningkat.

Dikatakan hasil yang dicapai dari operasi patuh seligi terciptanya kesadaran dan patuh hukum dalam berkendaraan di jalan raya.

Sadi juga menyebutkan jika kendaraan yang terjaring operasi patuh seligi 2019 diamankan di Mapolsek Kundur sebagai barang bukti. Setelah ada keputusan dari sidang tindak pidana ringan (Tipiring) kendaraan dapat diambil kembali sesuai dengan pelanggaran.

Ditambahkan misi operasi yang dilaksanakan adalah operasi kemanusiaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Diharapkan dengan digelarnya Operasi Patuh Seligi dapat mengurangi angka laka lantas, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendaraan berlalu lintas jalan raya. (san/ims)