Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya melihat kelengkapan peralatan Satgas Karhutla di Halaman Mapolres Karimun, Senin (12/8).
foto: batampos.co.id / Sandi Pramosinto

PRO KARIMUN – Polres Karimun mengadakan apel yang melibatkan jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Karimun, Basarnas, BMKG, dan Tim Tanggap Darurat Bencana (Tagana) di Halaman Mapolres Karimun, Senin (12/8). Tujuannya, untuk membentuk satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Satgas Karhutla).

”Sebagaimana instruksi Presiden RI bahwa masalah kebakaran hutan dan lahan adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, kita membentuk Satgas Karhutla yang di dalamnya tidak aja dari unsur Polri. Tapi, juga ada TNI, Satpol PP, Basarnas dan Tim Tagan. Total personel yang dilibatkan dalam Satgas ini sebanyak 258 orang,’’ ujar Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya kepada Batam Pos.

Loading...

Melalui Satgas Karhutla, kata Kapolres, dapat melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang ada di wilayah Kabupaten Karimun. Tentunya, dalam pencegahan tidak hanya bisa dilakukan oleh Satgas Karhutla, melainkan juga harus ada kerja sama dari seluruh masyarakat.

Artinya, pencegahan kebakaran itu juga harus diikuti oleh masyarakat agar menghindari membakar lahan dan hutan ketika akan membuka lahan.

Dengan terbentuknya Satgas ini, maka setiap Polsek harus meningkatkan peran Bhabinkamtibmas. Karena, Bhabinkamtibmas merupakan anggota Polri yang berada di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, Bhabinkamtibmas harus selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, dan Babinsa.

”Salah satunya untuk selalu mengimbau masya-rakat agar menghindari membakar lahan dan hutan,’’ paparnya.

Potensi kebakaran hutan memang berpotensi terjadi di Karimun karena hingga saat ini hujan tak kunjung turun di sana. (san)

Loading...