Aset bangunan dua lantai di Puakang yang diserahkan Pemkab Bintan kepada Pemkab Karimun.
foto: batampos.co.id / TRI Haryono

PRO KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Bintan (kabupaten induk dulunya, red) saat ini secara bertahap menyerahkan asetnya kepada Pemerintah Kabupaten Karimun. Salah satunya bangunan dua lantai yang berada di Puakang yang saat ini digunakan pedagang pakaian bekas.

”Kita sangat mendukung ba-ngunan dua lantai ini bisa dimaksimalkan manfaatnya. Ditambah, masih ada lahan kosong di belakang bangunan tersebut yang perlu dipikirkan Pemkab Karimun,’’ ujar Kamlis, ketua Koperasi Pasar Baru Puakang (Kopabar) Karimun, Senin (12/8).

Kenapa demikian, karena sekitar tahun 1999 silam ba-ngunan tersebut sudah berdiri dan sudah dilakukan renovasi yang kebetulan ada pasar besar berdampingan. Sehingga, sudah selayaknya Pemkab Bintan menyerahkan aset tersebut kepada Pemkab Karimun.

Karenanya, letak dan tempatnya berada di daerah kabupaten Karimun.

”Sekarang pengelolaannya sudah berada di Perusda. Yang jelas, kabar tersebut kita dukung untuk meningkatkan ekonomi para pedagang di sini,’’ terangnya.

Masih kata Kamli lagi, ketika sudah diserahkan aset gedung dua lantai ini yang kurang lebih ada 40 kios diharapkan bisa dapat dikelola dengan baik. Mengingat, letaknya cukup strategis dan perlu inovasi baru untuk mendongkrak ekonomi lokal yang sedang terpuruk sekarang ini.

”Paling penting konsep tata kotanya yang kita perlukan. Bagaimana, pemanfaatan ba-ngunan dua lantai dengan lahan kosong menjadi lokasi baru nantinya yang menarik perhatian publik,’’ katanya.

Sebelumnya, Sekda Karimun M Firmansyah menyatakan, aset bagunan dua lantai tersebut akan dikelola salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sebelum diserahkan, pihaknya akan menurunkan tim appraisal. Untuk melakukan penilaian bangunan tersebut, nilainya sebagai penyertaan modal di Pemkab Karimun sebagai aset tidak bergerak.

”Ini salah satu pendataan aset kita. Kebetulan, bangunan dua lantai tersebut sudah habis pengelolaannya,’’ ucapnya.

Pantauan di lapangan, aktivitas transaksi jual beli pakaian bekas terlihat sepi dari pembeli. (tri)

Loading...