Warga Moro menerima gas elpiji 3 kg belum lama ini. Namun, minyak tanah masih dibutuhkan karena program konversi ke gas elpiji 3 kg belum merata.
foto: batampos.co.id / imam soekarno

PRO KARIMUN – Masyarakat tidak mampu di Kabupaten Karimun, masih banyak yang belum mendapatkan paket konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kg bersubsidi. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Karimun kembali mengusulkan ke Kementerian ESDM untuk penambahan paket konversi.

’’Berdasarkan survei kembali ke lapangan oleh 12 kecamatan, masih banyak masyarakat tidak mampu belum menerima manfaat paket dari konversi minyak tanah ke gas elspiji 3 kg bersubsidi. Jumlahnya mencapai seribu lebih keluarga,’’ ujar Sekda Kabupaten Karimun, M Firmansyah kepada Batam Pos, Sabtu (10/8).

Loading...

Untuk itu, katanya, Pemerintah Kabupaten Karimun beberapa waktu lalu kembali mengusulkan ke Kementerian ESDM agar Kabupaten Karimun kembali diberikan paket konversi gas elpiji 3 kg bersubsidi.

Tentunya diberikan secara gratis. Karena, saat ini kuota minyak tanah sudah jauh berkurang, sedangkan jumlah masyarakat miskin yang membutuhkan minyak tanah masih banyak.

Permintaan tambahan paket konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kg bersubsidi yang dilengkapi dengan kompornya dari pemerintah pusat harus diusulkan.

”Jika tidak diusulkan, maka tidak mungkin akan diberikan. Karena, yang mengetahui situasi dan kondisi daerah adalah kita. Untuk itu, berdasarkan laporan masyarakat ke kelurahan dan kecamatan, dilakukan tindak lanjut.

Yakni, didaftar ulang berapa banyak masyarakat kita yang belum mendapatkan paket konversi tersebut,’’ ungkapnya.

Dikatakannya, tidak menutup kemungkinan setelah Kementerian ESDM menerima usulan daftar masyarakat miskin di Karimun yang belum menerima paket konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kg bersubsidi akan turun ke Karimun. Tujuannya, untuk melakukan verifikasi ulang terhadap data yang dikirimken Pemerintah Kabupaten Karimun ke mereka.
Setelah dipastikan sesuai, maka baru diserahkan ke pemerintah kabupaten. (san)

Loading...