PRO KARIMUN – Muhammad Wahyu Safrudin anak ke tiga dari pasangan Suwardi dan Karti warga gang Nuri Kelurahan Tanjungbatu Kundur lulus seleksi bintara Polri di SPN Polda Kepri.

Wahyu bersama 165 orang siswa akan mengikuti pendidikan dan pembentukan bintar Polri di SPN Polda Kepri di Tanjungbatu yang dibuka secara resmi oleh wakil Polda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah Selasa lalu.

Muhammad Wahyu Safrudin dari keluarga sederhana, ibunya Karti sehari-hari bekerja sebagai penjual jamu keliling sedangkan ayahnya Suwardi bekerja serabutan.

Lahir dari keluarga sederhana, Wahyu sadar tidak dapat mengenyam pendidikan lebih tinggi. Sehingga setelah tamat dari sekolah menegah atas (SMA) Wahyu mendaftarkan diri sebagai calon siswa bintara Polri SPN Polda Kepri pada tahun 2018 namun saat itu wahyu gagal.

Meskipun gagal Wahyu tidak patah semangat apalagi putus asa, sehingga pada tahun 2019 kembali ia coba dan akhirnya dinyatakan lulus sebagai calon bintara Polri di SPN Polda Kepri.

Usai acara pembukaan pendidikan dan pembentukan bintara Polri di SPN Polda Kepri Selasa 6/8 yang lalu, kepada Batam Pos Wahyu mengaku senang akhirnya impianya dan cita-citanya menjadi seorang anggota Polisi tercapai. Sambil meneteskan air mata Wahyu mengatakan jika keberhasilan ini berkat doa dan restu dari kedua orang tuanya.

“Terimakasih bapak dan ibu semua ini berkat doa dan dukungan yang tiada lelah, sehingga saya sekarang menjadi bagian dari 165 orang siswa bintara Polri SPN Polda Kepri. Saya berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan akan terus bersyukur kepada Allah,” ujar Wahyu sambil memeluk kedua orang tuanya.

Sementara menurut pengakuan Suwardikeinginan Wahyu untuk menjadi seorang anggota Polisi sudah sejak  kecil. Sebagai orang tua hanya bisa berdoa dan mendukung agar cita-cita anaknya terwujud. (ims)