batampos.co.id – Korban kapal roll on roll off (roro) KMP Sembilang yang terbakar saat sedang dalam proses perbaikan (docking) di area galangan kapal milik PT Karimun Marine Shipyard (KMS), Karimun, Rabu (31/7) ber­tambah.

Korban meninggal dunia bernama Muhammad Arsyat, karyawan PT ASDP Cabang Batam yang setelah kejadian dirujuk ke RS Pertamina dari RSUD M Sani beberapa waktu lalu.

“Satu korban mening­gal dunia. Kita belum dapat informasi, apakah korban dikebumikan di Jakarta atau di Tanjunguban tempat istri­nya,” jelas Pejabat Pengganti Sementara (PPS) BPJS Ketenagakerjaan Karimun Andy Syahputra, Rabu (7/8).

Korban merupakan peserta BPJS-TK yang menjadi kewajiban pihak BPJS-TK untuk memberikan santunan kepada ahli warisnya. Termasuk, dua karyawan ASDP Cabang Batam yang meninggal dunia di tempat kejadian dan sudah dimakamkan di kampung halamannya. Sedangkan untuk penyerahan santunan kepada ahli waris dalam proses.

“Jadi tiga orang karyawan ASDP Cabang Batam yang meninggal dunia, masih menunggu informasi dari BPJS-TK di daerah keluarga korban. Sebab, ahli warisnya berada di luar Kepri yaitu Bengkulu dan Semarang. Termasuk yang meninggal dunia di RS Pertamina,’’ terangnya.


Suasana IGD RSBT saat kejadian kapal terbakar Rabu (31/7). Rekan kerja dan keluarga korban menunggu di luar IGD RSBT.
foto: batampos.co.id / Tri Haryono

Direktur Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) Firmansyah mengatakan, saat ini masih ada tiga orang karyawan yang dalam perawatan secara insentif di ruang ICU. Sedangkan, yang lain sudah dirujuk ke RS Batam untuk tindakan medis lebih lanjut.

Ketiga pasien tersebut satu orang menjadi peserta BPJS-TK dan dua orang ditanggung oleh PT KMS dalam pengobatannya. “Kondisinya, tiga pasien stabil tapi tetap masih butuh kontrol ketat,’’ jawabnya.

Sedangkan, Kepala Instalasi Pusat Informasi RSUD M Sani Zulhan mengungkapkan, hanya dua pasien korban kecelakaan kerja di PT KMS yang dirawat di RSUD M Sani dan sudah dirujuk ke RS Awal Bros dan RS Pertamina.

“Satu meninggal dunia sekitar pukul 19.00 WIB saat di RS Pertamina Sabtu (3/8) lalu. Sedangkan yang dirawat RS Awal Bros belum dapat informasi perkembangannya,’’ ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun Hazmi Yuliansyah mengungkapkan, korban kecelakaan kerja untuk biaya perawatan selama di rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS-TK maupun perusahaan yang bersangkutan. Artinya, yang tidak masuk dalam BPJS-TK ditanggung oleh perusahaan.

“Ya otomatis dibayar sama perusahaan. Itu, konsekuen-si dari perusahaan yang tidak ikut peserta BPJS-TK,’’ tuturnya. (tri)

Loading...