Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Yuli Elviza ketika berdiskusi dengan orangtua murid, Selasa (6/8).
foto: . Dokumentasi SMP Muhammadiyah

PRO KARIMUN – Dinas Pendidikan Karimun di semester pertama telah merekap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2019 untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta. Rekap sudah 60 per-sen dengan nilai nominal mencapai Rp 6,9 miliar lebih untuk 50 SMP yang ada di Kabupaten Karimun.

“Benar, proses penyaluran BOS biasanya dilakukan secara tiga bulan sekali atau triwulan langsung ke rekening sekolah masing-masing. Untuk semester pertama ini, sudah terealisasi dua triwulan,’’ jelas Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Karimun Sugito mewakili Kepala Dinas, Selasa (6/8).

Dalam penyaluran dana BOS tersebut, pada triwulan pertama (TW-1) pencairannya untuk SMP negeri sebanyak Rp 1,871 miliar ke 40 sekolah, dan 10 SMP swasta senilai Rp 333 juta. Selanjutnya, triwulan kedua (TW-2) untuk SMP negeri ada Rp 2,742 miliar, dan SMP swasta Rp 791 juta. Untuk TW-1 pencairannya 20 persen kemudian di TW-2 naik dua kali lipat menjadi 40 persen.

“Alhamdulillah, laporan masing-masing sekolah sudah direalisasikan penggunaan dana BOS. Jadi, di sini (Disdik Karimun-red), tidak menerima dananya tapi langsung ke sekolah bersangkutan,’’ terangnya.

Masih kata Sugito, untuk TW-3 dan TW-4 sendiri akan dilakukan pencairan mulai Juli hingga Desember mendatang. Artinya, proses pe-ngajuan dana BOS sudah dimulai yang masing-masing dialokasikan 20 persen untuk TW-3 dan TW-4. Dengan total alokasi yang akan didapatkan 50 sekolah SMP, mencapai Rp 4 miliar lebih.

“Nah, tahun ini penerimaan dana BOS mencapai Rp 11,144 miliar yang bisa dimanfaatkan sekolah untuk menunjang aktivitas belajar mengajar,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Yuli Elviza mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan dana BOS untuk triwulan pertama dan triwulan kedua yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sekolah.

Seperti kegiatan in house training dalam program pe-nguatan pendidikan karakter bagi pendidik dan tenaga pendidik, pembelian buku tema untuk penunjang anak didik dan sebagainya.

“Jumlah siswa kita mencapai 115 pelajar. Jadi, masing-masing TW sekitar Rp 20 juta dari dana BOS. Sangat terbantu dengan adanya dana BOS dari pemerintah pusat, mengingat sekolah kita swasta,’’ terangnya.

Berbagai pemanfaatan dana BOS, sudah dirasakan para pelajar SMP Muhamadiyah Karimun. Mulai dari kegiatan UKS, pemberian obat tambah darah dari puskesmas, penyuluhan dari apoteker tentang penggunaan obat, anti narkoba, berkebun, dan olahraga. Sehingga, penggunaan dana BOS benar-benar tepat sasaran dan dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar.

“Selain itu, kita terus tiap tahun merumuskan visi, misi dan tujuan sekolah de-ngan pihak komite, orangtua siswa. Dalam peningkatkan mutu pendidikan di SMP Muhammdiyah,’’ kata Yuli lagi. (tri)