ilustrasi

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun mendeteksi ada empat titik api yang terjadi di wilayah Kabupaten Karimun, tepatnya di Pulau Kundur.

Titik api itu menjadi salah satu pemicu terjadinya kabut asap, selain kiriman dari Provinsi Riau beberapa hari belakangan ini.

”Titik api confidensi-nya di bawah 80 persen. Ini diakibatkan, perilaku masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar. Sudah menjadi budaya bagi mereka di kala musim panas seperti sekarang ini,’’ jelas Kepala BMKG Karimun Raden Eko Sarjono, Senin (5/8).

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar mengubah kebiasaan dalam membuka lahan supaya tidak melakukan pembakaran. Sehingga, tidak berdampak terjadinya kabut asap dan seba-gainya.

Saat ini kondisi cuaca cukup cerah berawan dengan visibility atau jarak pandang 7 sampai 9 kilometer. Dengan arah angin dari barat laut menuju selatan dengan kecepatan rata-rata 2 hingga 7 knots.

”Mudah-mudahan pergerakan angin bisa menghilangkan kabut asap. Untuk mengetahui cuaca terkini, dapat diakses melalui telepon pinter sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC INSA Karimun Bustami Datuk Rajo Marah mengatakan, terjadinya kabut asap beberapa hari hingga sekarang belum ada gangguan terhadap ope­rator kapal penumpang. Sehingga, belum ada penundaan keberangkat bagi kapal penum-pang ke berbagai tujuan termasuk keluar negeri.

”Alhamdulillah, semua kapal penumpang tetap beroperasi. Tapi, tetap harus berhati-hati dan selalu berkoordinasi de-ngan pihak KSOP,’’ jawabnya.

Sementara itu, Plt Kepala Satpol PP Karimun Muhammad Tang mengungkapkan, pihaknya tetap terus melakukan imbauan kepada masyarakat agar jangan melakukan pembakaran lahan ketika membuka lahan.

Sebab, kendaraan mobil kebakaran saat ini mengalami kerusakan. Sehingga, belum maksimal memadamkan lahan yang diakibatkan kebakaran lahan.

”Saya juga mengimbau kepada masyarakat, jangan membuang puntung rokok di rumput yang kering maupun lahan kering. Termasuk, pembakaran lahan oleh warga,’’ ungkapnya.
Pantauan di lapangan, aktivitas transportasi laut yang menyingahi pelabuhan internasional maupun domestik berjalan seperti biasanya. Para calon penumpang maupun yang datang, tetap normal di dalam pelabuhan tersebut.

Selain itu, aktivitas para nelayan juga tetap berjalan walaupun di seberang laut kabut asap terlihat.

”Masih bisa kita melautlah. Jarak pandang masih terlihat, tetap juga harus waspada dan menggunakan life Jacket,’’ ucap salah seorang nelayan Kolong. (tri)

Loading...