PRO KARIMUN – Kekurangan dokter gigi untuk ditempatkan di puskesmas yang ada di pulau-pulau atau tempat terpencil di Kabupaten Karimun masih terjadi. Sudah lebih dari satu tahun, tiga pus­kesmas yang terletak di pulau terpencil tidak memiliki dokter gigi.

“Kita akui sulit untuk mendapatkan dokter gigi. Khususnya yang akan ditempatkan di Pulau Dusun Nyiur, Durai, dan Ungar. Kita sudah melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan dokter gigi yang mau ditempatkan di beberapa pulau tersebut. Hanya saja, belum membuahkan hasil,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rahmadi, Rabu (31/7).

Salah satu upaya yang sudah dilakukan, katanya, berupa menawarkan gaji yang cukup besar untuk tenaga medis yang ditempatkan di daerah atau pulau terpncil. Yakni, mencapai Rp11 juta per bulan. Namun, tetap saja tidak ada yang mau. Besarnya gaji yang ditawarkan, karena tugasnya bukan di kota. Berbeda dengan dokter gigi yang ditempatkan di puskesmas yang ada di kota, kisaran gaji per bulan hanya sekitar Rp 8 juta.

“Kita sudah bekerja sama dengan universitas negeri dan juga persatuan dokter gigi. Hasilnya, memang belum ada yang mau. Ditambah lagi, lulusan dokter gigi ini tidak sebanyak dengan lulusan dokter umum. Baik yang berasal dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kita berharap melalui media ini, ada yang berminat ingin mengabdi di Kabupaten Karimun,” ungkapnya.

Menyinggung tentang dokter gigi yang akan pindah, Rahmadi membenarkannya, bahwa ada satu dokter gigi yang ditempatkan di Puskesmas Kundur Urara ingin pindah.

“Namun, jika pindah maka di puskesmas itu tidak akan ada lagi dokter gigi. Sementara, sesuai dengan standar di puskesmas minimal harus ada satu orang dokter gigi. Untuk itu, kita meminta kepada dokter gigi tersebut untuk bersabar sampai kita dapat penggantinya,” jelasnya. (san)