ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun Junaidi mengingatkan operator kapal maupun nelayan agar menjaga kebersihan laut. Mengingat pemerintah telah menargetkan akan menurunkan sampah plastik di laut 17 persen hingga 2025 mendatang.

’’Untuk itu mari kita sama-sama mendukung program nasional, dalam menurunkan sampah plastik di laut. Mulai dari para nelayan tradisional, operator kapal maupun masyarakat yang menggunakan jasa pelayaran laut,’’ jelas Junaidi saat pertemuan dalam kampanye keselamatan pelayaran dan sosialisasi penggunaan Automatic Identification System (AIS) kepada para pelaku pelayaran yang ada di wilayah kerja KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, beberapa waktu lalu.

Apabila tidak menjaga laut maka secara otomatis tidak bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. Terutama, hasil sumber daya alam yang sangat melimpah dari Sabang sampai Merauke.

Selain itu, apabila banyak sampah plastik di laut juga akan berdampak ke habitat yang ada di laut tersebut.

’’Jadi, bapak-bapak dapat dibayangkan apabila membuang sampah plastik di laut sudah pasti sangat sulit untuk hancur secara alami. Nah, mulai dari sekarang lah budayakan buang sampah pada tempatnya yang sudah disediakan oleh operator kapal maupun para nelayan,’’ pesannya.

Masih kata Junaidi, kepada seluruh operator kapal maupun para nelayan ketika akan melakukan aktivitas di laut agar mempersiapan peralatan keselamatan yang sudah wajib ada di kapal. Sebab, apabila terjadi perubahan cuaca secara mendadak bisa dipergunakan peralatan keselamatan seperti pelampung dan sebagainya.

’’Selain menjaga lingkungan laut, mari kita biasakan menggunakan life jacket saat berlayar. Biarpun, 15 menit tetap harus menggunakan. Terutama, bagi para pengguna jasa boat pancung, speedboat antarpulau,’’ ungkapnya. (tri)

Loading...