Salah satu peserta saat tampil dalam parade tari daerah yang digelar Disparbud Karimun di Coastal Area, Sabtu (6/7).
foto. Tri Haryono/Batam Pos

PRO KARIMUN – Persiapan pagelaran Pelangi Budaya Nusantara yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun sudah mencapai 90 persen. Dari 17 grup sanggar tari Nusantara dan dua dari negara jiran dapat dipastikan hadir dalam pentas tari yang dilak-sanakan di Coastal Area, Sab-tu (3/8) mendatang.

’’Alhamdulillah, persiapan kita sudah 90 persen. Hari ini (kemarin, red) mulai penyambutan peserta dari pelabuhan internasional maupun domestik Tanjungbalai Karimun dan pelabuhan roro Parit Rampak menuju penginapan yang telah disiapkan,’’ jelas Kasi Pembinaan Budaya Daerah Ahadian Zulseptriadi mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun, Rabu (31/8).

Kemudian Jumat (2/8), para peserta latihan di Gedung Nasional untuk opening ceremony Pelangi Budaya

Nusantara. Selanjutnya Sabtu (3/8), peserta menuju Panggung Putri Kemuning sekitar pukul 20.00 WIB hingga selesai. Peserta yang berasal dari luar daerah maupun negara serumpun kembali ke kampung halamannya, Minggu (4/8).

”Mereka kita berikan kesempatan, untuk mengunjungi objek wisata yang ada di sini. Dapat dipastikan, pejabat dari Negeri Jiran Bupati Jelebu hadir dalam acara nanti,’’ ujarnya.

Sementara Manajer Pelangi Budaya Studio (PBS) Karimun Fenni Rahayu, sedang mempersiapkan anak didiknya untuk tari persembahan dalam pembukaan.

”Insya Allah, kita tampil maksimal memberikan tarian yang cukup menarik bagi penonton nanti,’’ ucapnya.

Peserta yang akan ikut memeriahkan pagelaran Pelangi Budaya Nusantara dari Indonesia sendiri yaitu Batavia Dance Studio Jakarta, Sanggar Bungong Kupula Aceh Utara, sanggar SMA Negeri 1 Matang-kuli Aceh, Sanggar Sri Gemilang Tembilahan, dan Noken Star Dancer Papua.

Selain itu, Sanggar Muaro Raflesia Bengkulu, Sanggar Seni Mutiara Minang Kota Padang, Sanggar Seni Keledang, Kota Padang. Juga, Sanggar Pelangi Budaya Studio Karimun, Sanggar Mawar Tanjoeng Karimun, Angsana Dance Community Karimun, dan Wan Sendari Batam.

Sementara itu dari Negeri Jiran, Malaysia yaitu Lantai Mayang Sari-Majelis Kebudayaan Jelebu Malaysia, Suluh Tingkah Kesuma Tari Malaysia, D’Seri Daksina-Citra Lestari Gunung Lambak Malaysia, Sri Cahaya Temenggong Tari Malaysia, Perkumpulan Seni Singapura, dan Kirana Seni Singapura.

’’Menurut saya sangat positif. Sebab, Indonesia membutuhkan daerah dan daerah juga membutuhkan Indonesia yang artinya melalui kesenian dan kebudayaan inilah, kita bisa mempersatukan semua suku, golongan, budaya menjadi satu di bawah bendera merah putih,’’ tegas Ketua DPW LMB Kepri Datok Panglima Azman Zainal. (tri)