PRO KARIMUN – Sebanyak 71 unit lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Coastal Area, hanya 10 unit yang menyala pada malam hari. Sisanya, tidak berfungsi diakibatkan masa baterainya sudah habis. Secara otomatis, lampu PJU yang menggunakan energi tenaga surya tidak hidup.

”Khusus untuk PJU yang menggunakan tenaga surya banyak yang tidak berfungsi. Sedangkan yang PJU menggunakan daya listrik PLN tidak ada kendala,’’ jelas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kebersihan Karimun Rosmawati, Senin (27/7).

Dikatakannya, sebanyak 71 unit lampu PJU dengan menggunakan tenaga surya baru 60 unit yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun. Sedang-kan, 11 unit lagi masih aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dikarenakan kebijakan pemerintah pusat. Dulu, kewenangan di dinas pertambangan kabupaten, sekarang sudah pindah ke Pemprov Kepri.

”60 unit lampu PJU itu sumbangan dari perusahaan dalam rangka pelaksanaan MTQ Provinsi Kepri bebe-rapa tahun lalu. Jadi, lampu PJU yang menggunakan tenaga surya banyak yang rusak baterainya sebagai penyimpan daya,’’ tegasnya.

Pihaknya, sudah mengusulkan untuk biaya perbaikan terhadap lampu PJU yang menggunakan tenaga surya. Namun, apakah sudah dise-tujui atau tidak pihaknya belum bisa memastikan.

Lampu PJU tersebut, rata-rata dipasang di tepi jalan sebelah laut hingga jembatan kedua Coastal Area. Namun, sekitar tugu MTQ saja yang hidup selebihnya tidak menyala.

”Cukup lama juga PJU yang menggunakan tenaga surya, wajar sudah tidak menyimpan baterainya yang secara umum kekuatan baterai tersebut empat tahun,” sebut Rosmawati.

Sementara itu, pantauan di lapangan, walaupun lampu PJU tersebut tidak menyala, para pedagang tetap berjualan dengan membawa penerangan sendiri ada yang menggunakan genset mini, lampu charger, dan lainnya.

”Sudah lama tidak nyala lampunya nih. Tapi, tak apalah biar aja asal tidak digusur aja kita jualan di sini. Kita bisa usahakan lampu sendiri,’’ ucap pedagang gorengan. (tri)