PRO KARIMUN – Aset milik kabupaten induk dulunya atau Kabupaten Bintan yang ada di Kabupaten Karimun secara bertahap mulai diserahkan. Salah satunya, bangunan dua lantai yang saat ini dijadikan tempat berjualan pakaian bekas di Puakang, Kecamatan Karimun sudah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Karimun.

”Penyerahannya dalam bulan ini. Khususnya, pada saat kita mulai melakukan pendataan aset. Kebetulan, bangunan tempat berjualan pakaian bekas di Puakang ketika selesai dibangun dikelola oleh pihak ketiga,’’ ujar Sekda Kabupaten Karimun M Firmansyah, Selasa (30/7).

Firmansyah mengatakan, tahun ini sudah habis kontrak pengelolaannya. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bintan sudah menyerahkan kepada Kabupaten Karimun untuk dimasukkan ke dalam data aset milik Pemkab Karimun.

Rencananya, kata Sekda, pengelolaan bangunan pasar tempat berjualan pakaian bekas tersebut akan diserah-kan dan dikelola BUMD Kabupaten Karimun, yakni Perusda. Hanya, sebelum diserahkan kepada Perusda, Pemkab akan menurunkan tim appraisal.

Tujuannya, untuk melakukan penilaian bangunan tersebut. Setelah diketahui berapa nilainya, maka akan dijadikan penyertaan modal pemerintah kabupaten kepada perusda dalam bentuk aset tidak bergerak.

”Kita dari pemerintah tidak bisa menilai sendiri berapa nilai bangunan. Melainkan, harus menggunakan tenaga ahli,” paparnya.

Yakni, tim appraisal yang lembaganya sudah terdaftar di negara. Selain itu, masih ada beberapa aset dari Kabupaten Bintan yang belum diserahkan dan tidak tercatat di Pemkab Bintan.

”Seperti Hotel Taman Bunga dan bangunan Hotel Nirwana. Kedua aset ini memang tidak tercatat di pemerintah Bintan, melain­kan di Perusda mereka,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, kedua aset tersebut masih dikelola oleh pihak ketiga. Hanya, keterangan yang didapat dari Pemkab Bintan, dalam tahun ini kontrak kerja pengelolaan kedua hotel tersebut akan berakhir. Sehingga, nantinya Pemkab Karimun akan mendorong Perusda Karimun berkoordinasi dengan Perusda Bintan untuk pe­ngembalian pengelolaan aset tersebut. (san)