batampos.co.id – Pengusaha tempat hiburan berinisial BL yang dilaporkan ke SPK Polres Karimun karena diduga telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap karya­wannya sendi­ri, Richardo, Senin (29/7), mendatangi Sat Reskrim Polres Karimun.

’’Kedatangan BL ke Sat Reskrim Polres Karimun karena kita undang, karena sebagai terlapor. Artinya, kita hanya minta klarifikasi terkait adanya laporan dari Richardo. Untuk itu, penyidik mengundang yang bersangkutan. Kalau surat panggilan berarti udah ada tersangkanya,’’ ujar Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara..

Dengan demikian, lanjutnya, sampai saat ini penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Pihaknya, masih memerlukan penyelidikan. Misalnya, dengan memanggil saksi-saksi dalam kasus yang dilaporkan ke polisi. Termasuk juga mengundang pelapor. Artinya, penyidik membutuhkan keterangan saksi dan juga alat bukti.

Sementara itu, BL yang dilaporkan karyawannya sendiri usai memberikan klarifikasi kepada polisi, secara terpisah menyatakan, apa yang dituduhkan Richardo di hadapan polisi tentang penganiayaan dan hal-hal lain yang negatif tentang dirinya sama sekali tidak benar.

’’100 persen hoaks. Dan, terkait hal ini saya akan tuntut balik yang bersangkutan karena telah mencemarkan nama baik saya,’’ tegasnya.

Sesuai berita di koran ini, Richardo yang bekerja di Hotel S melaporkan bosnya sen-diri ke polisi. Hal ini disebabkan, Richardo merekam aksi culas permainan bola pimpong di tempat dia bekerja. Aksi ini diketahui oleh bosnya. Sehingga, pelapor akhirnya disekap dan dianiaya oleh bosnya bersama dua orang lainnya.

Ia kemudian melarikan diri ketika ada kesempatan. Setelah sekitar 10 hari setelah kejadian tersebut, Richardo akhirnya melaporkan hal ini ke pihak berwajib. Ia berharap mendapatkan keadilan atas perlakuan yang ia terima. (san)

Loading...