Bupati Karimun Aunur Rafiq melihat hasil kerajinan di Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster I 2019 di Kecamatan Buru, Sabtu (20/7).

PRO KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq menghadiri Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster I 2019 di Kecamatan Buru, Sabtu (20/7) lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia me-ngatakan, pemerintah pusat telah meluncurkan program dana desa yang bertujuan untuk memajukan desa seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Karimun yang mempunyai 42 desa di 12 kecamatan.

“Bursa Inovasi Desa, bisa dimanfaatkan bagi desa-desa yang ada di Kabupaten Karimun untuk mengembangkan desanya lebih maju lagi,’’ terangnya.

Kenapa demikian? Rafiq mengatakan karena sudah hampir lima tahun ini pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran Rp 257 triliun untuk 74.957 desa se-Indonesia. Dalam rangka, peng-optimalan desa-desa di bawah Kementerian Desa, Pemba-ngunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Program Inovasi Desa (PID).

“PID sendiri sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 silam di bawah naungan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD),’’ ujarnya.

Untuk itulah, diharapkan kepada kepala desa bisa memanfaatkan BID ini untuk kemajuan desanya. Sehingga, pemanfaatan Dana Desa (DD) yang hampir setiap desa mencapai Rp 1 miliar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam realisasinya, untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Silakan, berinovasi masing-masing desa yang sesuai de-ngan aturan. Agar, dapat dinikmati langsung oleh masyarakat desa itu nantinya. Seperti, sekarang yang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat desa di 42 desa se Kabupaten Karimun,’’ pintanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pangke Efendi ketika dikonfirmasi mengatakan, BID sangat bermanfaat bagi desanya. Dan sudah direalisasikan dengan menghadirkan mesin Anjungan Desa yang ada di kantor desa.

Mesin Anjungan Desa tersebut berfungsi untuk mendapatkan informasi administrasi di desa.

Mesin Anjungan Desa tersebut mirip dengan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), hanya saja kartu untuk memasukan mesin Anjungan Desa cukup menggunakan KTP elektro-nik. Sehingga, apa yang diperlukan sudah tertera di mesin tersebut. Tinggal mengikuti arahan dari petunjuk dalam monitor.

“Salah satu inovasi kita ya itu, Anjungan Desa. Semua informasi ada di dalamnya. Cuma, masyarakat kita masih tetap suka cara manual,’’ ujarnya. (tri)

Loading...