Lina, warga Parit Mataram, Desa Sungai Ungar, Kundur memasak pakai kayu bakar karena belum terima gas 3 kg, Kamis (25/7/2019).
foto: batampos.co.id / Imam Soekarno

batampos.co.id – Sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) belum mendapatkan bantuan gas elpiji 3 kilogram (kg) atau biasa disebut gas melon. Salah satunya adalah Lina, 42 warga Parit Mataram Desa Sungai Ungar Kecamatan Kundur. Karena belum dapat gas melon, dia terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Ditemui di rumahnya Kamis (25/7), Lina menunjukkan dapur yang terbuat dari bongkahan bekas dinding (tembok). Sambil memasak dengan kayu bakar, Lina mengaku sedih belum mendapat elpiji 3 kg. Sementara minyak tanah di kios sebulan terakhir ini tidak ada lagi.

“Sebenarnya saya juga ingin sekali memasak menggunakan elpiji 3 kg seperti orang lain, namun saya belum dapat,” ujar Lina.

Kepala Desa Sungai Ungar Familudin saat dikonfirmasi Batam Pos membenarkan jika belum sepenuhnya warganya mendapat bantuan gas elpiji 3 kg. Dikatakan Familudin, sesuai data yang diusulkan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg sebanyak 800 KK.

Namun saat pembagian hanya ada 600 KK yang sudah mendapatkan gas elpiji 3 kg. Artinya tersisa 200 kepala keluarga (KK) lagi yang belum dapat gas melon.

Menurut informasi tahap kedua akan turun pada Juli namun sampai kemarin belum ada kabar.

Diakuinya, sebelum ada gas 3 kg, mayoritas warga memasak menggunakan minyak tanah dan kayu bakar. Namun saat minyak tanah ditarik mereka terpaksa kembali menggunakan kayu bakar, seperti yang yang dialami Lina yang kembali menggunakan kayu bakar saat memasak nasi, sayur, dan lauk. (ims)