batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun menyiapkan 10 hektare lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi Pusat Logistik Berikat (PLB). Yakni, untuk penempatan barang-barang makanan atau sembako yang diimpor dari luar negeri ke Karimun.

Pemkab menyiapkan lahan di Pulau Kundur. Tepatnya, Selat Beliah, Kecamatan Kundur Barat.

“Kita memilih di lokasi ini, untuk pengembangan daerah. Karena, di Pulau Karimun sudah ada Free Trade Zone (FTZ). Sehingga, untuk keseimbangan dan kemajuan suatu daerah di Kabupaten Karimun, maka kita menyiapkan lahan di luar Pulau Karimun,’’ ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Minggu (21/7/2019).

Pihaknya bersama perusahaan yang akan mengelola PLB, kata Bupati, sudah meninjau ke lokasi pada Jumat (19/7). Pemerintah tentu saja berharap, jika PLB sudah bisa dilaksanakan, maka harga-harga sembako bisa lebih murah. Sebab, biaya angkutan sudah lebih murah. Disebabkan, jarak tempuh kapal untuk mengangkut kebutuhan tidak lagi jauh.

ilustrasi

Rafiq menuturkan, saat ini, kebutuhan sembako sebagian besar didatangkan dari Pulau Jawa. Khususnya, Jakarta. Sehingga, selain membutuhkan kapal besar untuk mengangkutnya, biaya angkutan yang timbul juga tidak bisa menyebabkan harga kebutuhan naik. Sebagai contoh beras dan gula selama saat ini didatangkan dari Pulau Jawa.

“Tapi, jika PLB sudah diberlakukan, maka beras dan gula bisa didatangkan dari Singapura yang jarak tempuh juga cukup dekat,’’ paparnya.

Yang jelas, lanjut Rafiq, bukan berarti sembako yang didatangkan dari Singapura ke Karimun tidak dikena pajak. Melainkan, pada saat barang kebutuhan tersebut dikeluarkan dari kawasan PLB, baru BC menetapkan pajak yang harus dibayarkan ke negara. Meski demikian, tetap akan menggunakan sistem kuota per bulan. Yakni, berapa kebutuhan suatu jenis sembako dalam satu bulan untuk Kabupaten Karimun.

Lahan 10 hektare yang disiapkan tersebut, rencananya tidak saja untuk kawasan PLB. Melainkan, sudah ada investor dari Singapura yang melakukan survei untuk menjadikan sebagian lokasi tersebut sebagai pabrik pembuatan tiang beton.

“Keterangan sementara yang kita dapatkan, investor Singapura akan bekerja sama dengan investor dari Korea Selatan untuk membuat tiang beton tersebut,’’ jelasnya. (san)