Sanggar Tari Pelangi Budaya Studio ketika tampil lomba tari Minang kreasi di Kota Padang, tahun lalu.

batampos.co.id – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, awal Agustus mendatang Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karimun akan menggelar Pelangi Budaya Nusantara dengan menggandeng Pelangi Budaya Studio (PBS) sebagai penyelenggara, pada Jumat (2/8) dan Sabtu (3/8) mendatang di Coastal Area.

’’InsyaAllah, yang sudah positif ada sekitar 17 grup sanggar tari Nusantara termasuk dari dua negara serumpun ikut tampil nantinya. Sekarang, kita sedang mempersiapkan semuanya mulai dari penataan panggung, lighting lampu, sound system dan sebagainya,’’ kata Kasi Pembinaan Budaya Daerah Ahadian Zulseptriadi mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun, Minggu (21/7).

Dijelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain untuk melestarikan kebudayaan Nusantara kepada generasi muda. Selain itu, juga untuk mempromosikan Kabupaten Karimun sebagai destinasi wisata dan berbudaya kepada peserta yang berasal dari luar daerah. Sehingga, mereka bisa menyampaikan secara berantai kepada saudara-saudaranya untuk berkunjung ke Karimun nantinya.

”Melalui kesenian dan budayalah, kita dapat mempererat tali persaudaraan dari Sabang sampai Merauke. Bahkan, lebih luas lagi menjalin persahabatan dengan negara serumpun,’’ ungkapnya.

Adapun peserta yang sudah positif untuk tampil dalam Pelangi Budaya Nusantara 2019 nanti, dari Indonesia sendiri yaitu Batavia Dance Studio Jakarta, sanggar Bungong Kupula Aceh Utara, sanggar SMA Negeri 1 Matangkuli Aceh, sanggar Sri Gemilang Tembilahan, Noken Star Dancer Papua, sanggar Muaro Raflesia Bengkulu, sanggar Seni Mutiara Minang Kota Padang, sanggar Seni Keledang, Kota Padang, sanggar Pelangi Budaya Studio Karimun, sanggar Mawar Tanjoeng Karimun, Angsana Dance Community Karimun dan Wan Sendari Batam.

Sementara itu dari negeri Jiran Malaysia Lantai Mayang Sari-Majelis Kebudayaan Jelebu Malaysia, Suluh Tingkah Kesuma Tari Malaysia, D’Seri Daksina-Citra Lestari Gunung Lambak Malaysia, Sri Cahaya Temenggong Tari Malaysia, Perkumpulan Seni Singapura dan Kirana Seni Singapura.

’’Menurut saya sangat positif. Sebab, Indonesia membutuhkan daerah dan daerah juga membutuhkan Indonesia yang artinya melalui kesenian dan kebudayaan inilah, kita bisa mempersatukan semua suku, golongan, budaya menjadi satu dibawah bendera merah putih,’’ ujar Ketua DPW LMB Kepri Datok Panglima Azman Zainal saat dimintai tanggapannya.

Hal senada juga diungkapkan, Manager Pelangi Budaya Studio (PBS) Karimun Fenni Rahayu yang telah malang melintang membawa anak asuhannya tampil di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Sehingga, kegiatan Pelangi Budaya Nusantara nanti dapat menukar informasi maupun kebudayaan dalam hal sanggar tari maupun kesenian antar daerah.

’’Kesempatan tersebut, akan kita manfaatkan untuk menjalin tali silaturahmi antar sanggar baik yang ada di Nusantara dan negeri Jiran. Agar, bisa memberikan nilai positif bagi sanggar-sanggar yang ada di Indonesia,’’ tuturnya.(tri)