batampos.co.id – Sebanyak 163 Jamaah Calon Haji (JCH) Karimun dilepas oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Sabtu (20/7). Pelepasan dengan tepung tawar diiringi syarakal Al Barkat menuju Asrama Haji Kota Batam yang tergabung dalam kloter 17.

Dalam kesempatan tersebut, Rafiq menyampaikan, agar masyarakat Kabupaten Karimun mendoakan para JCH Karimun diberikan kekuatan, kesehatan dan kemudahan dalam melaksanakan ibadah di Mekah nantinya.

’’Selamat menunaikan ibadah haji bapak dan ibu. Semoga menjadi haji yang mabrur dan kembali ke Tanah Air dengan selamat dan sehat walafiat,’’ pesannya.

Rafiq juga memberikan ucapan selamat kepada para JCH yang bertolak ke Jedah menggunakan pesawat Saudi Airlane SV.5621 melalui embarkasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Minggu (21/7) pukul 10.10 WIB.

Kasi Penyelenggara Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Karimun Endang Sry Wahyu mengatakan, dari 163 JCH Karimun, ada enam orang JCH yang menggunakan kursi roda. Mereka berasal dari Kecamatan Karimun ada tiga orang, Kecamatan Kundur, Tebing dan Durai masing-masing satu orang.

’’Alhamdulillah, sesuai dengan arahan dari tim medis mereka bisa diberangkatkan menuju tanah suci Mekkah. Mudah-mudahan, nanti para JCH yang menggunakan kursi roda dapat menjalankan ibadahnya,’’ ujarnya.

Menurut Endang, satu orang JCH ditunda keberangkatannya disebabkan kondisi fisik tidak mengizinkan. ’’Memang benar, kita dapat laporan dari petugas haji di Batam, bahwa satu orang JCH asal Kabupaten Karimun atas nama Mufia Farida tidak bisa diberangkatan,’’ ujar Endang.

Penyebabnya, tekanan darah JCH tersebut rendah, sehingga tidak bisa diberangkatkan. Tapi, tidak berarti tidak bisa sama sekali untuk menunaikan ibadah haji di Makkah.

”Berdasarkan penjelasan petugas di Batam, katanya, kondisi fisik JCH dalam keadaan darah rendah memang tidak bisa diberangkatkan,” ujarnya.

Hal ini karena, pesawat akan naik ke atas ketinggian tertentu. Sehingga, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu ditunda sementara dulu keberangkatannya, sambil menunggu penundaan dilakukan perawatan di Batam.

’’Tadi pagi (kemarin, red) satu orang JCH yang ditunda keberangkatannya tersebut sudah ditangani secara medis,” tambahnya.


Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim melepas JCH Karimun yang menggunakan kursi roda yang akan menunaikan haji, Sabtu (20/7)
foto: batampos.co.id / tri haryono

Salah satu yang dilakukan penambahan atau transfusi darah sebanyak dua kantong. Diharapkan, dengan dilakukan tindakan medis ini bisa membuat tekanan darah Mufia Farida menjadi stabil. Sehingga, bisa diberangkatkan ke tanah suci Makkah.

“Namun, kita tidak bisa memastikan apakah bisa berangkat pada Senin (22/7) atau hari berikutnya, Selasa (23/7),’’ jelasnya.

Dilanjutkannya, kepada pihak keluarga tidak perlu khawatir, sebab Mufia Farida tetap akan berangkat jika kondisi tekanan darahnya sudah normal kembali. Selain itu, meski berangkat terlambat, yang bersangkutan nantinya tetap akan bergabung dengan kloter 17 atau rombongan dari Kabupaten Karimun. Sebab, di tanah suci sudah ada panitia yang akan membawa ke rombongan daerah masing-masing.

Sementara itu salah satu Ketua Rombongan (Karom) Rizal Aidi mengungkapkan, dari embarkasi bandara International Hang Nadim Batam terbang langsung menuju bandara International Prince Mohammad bin Abdul Aziz Jedah yang diperkirakan akan tiba pukul 14.35 waktu Saudi Arab. Dan langsung menuju penginapan di Hotel No102 Surro Man Ro’a Maktab 2 Sektor 1 Syisyah 1 bersama Kloter 20 BTH dan Kloter 21 BTH.

’’Insya Allah, tepat waktu lumayan dekat dari penginapan kita menuju Masjidil Haram sekitar tiga atau empat kilometer,’’ ungkapnya, Minggu (21/7) melalui sambungan telepon sebelum bertolak menuju Jedah.

Sementara itu, Kepala kantor urusan agama (Ka.KUA) Kecamatan Kundur Muhkrizal, S.Ag menegaskan tiga JCH atas nama Normah Kuntan Atan, Sarinah Paramdjaja Karja dan Suprianti Mudji Singptaruno tergabung kelompok terbang (kloter) terakhir. Sedangkan 32 JCH yang lain sudah diberangkatkan bersama JCH asal Kabupaten Karimun, Sabtu (20/7)

“Meskipun tergabung Kloter terakhir namun ketiga JCH sudah mengikuti berbagai kegiatan sudah dilaksanakan. Kita harapkan seluruh tiga JCH tetap menjaga kesehatan menjelang pemberangkatan nantinya,”harap Muhkrizal.

Pantauan di lapangan, Sabtu (20/7) saat pelepasan para JCH dengan terharu mereka satu per satu menuju ke Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun. Dengan menyalami sanak keluarga maupun masyarakat yang ikut mengantar dari halaman rumah Dinas Bupati Karimun, hingga menuju pelabuhan yang langsung diantar oleh Bupati Karimun dan Wakil Bupati Karimun. (san/tri/ims)