PRO KARIMUN – Tim F1QR Lanal Tanjungbalai Karimun berhasil menggagalkan penye-lundupan 21 bungkus narkotika jenis sabu yang beratnya diperkirakan mencapai 21 kg. Hal ini dilakukan di Perairan Karimun Anak pada Sabtu (13/7) pukul 07.00 WIB.

Penangkapan sabu yang dikemas seperti teh Cina ini berdasarkan informasi intelijen.

Loading...

“Kapal patroli Patkamla V8 yang sedang melakukan patroli rutin di sekitar Perairan Karimun Anak pada pukul 06.30 WIB mendengar bunyi mesin speedboat. Dan, langsung ditindak-lanjuti dengan melakukan pengejaran,’’ ujar Danlantamal IV Laksamana Pertama Arsyad Abdullah didampingi Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro kepada Batam Pos, Senin (15/7).

Kecurigaan Tim F1QR, kata Danlantamal, melihat speedboat yang dikemudikan seorang pria melakukan manuver atau berbalik arah. Sehingga, dilakukan pengejaran dan akhirnya berhasil diamankan. Ketika diinterogasi, pria yang diketahui bernama Fendi Irfan ini me-ngaku sebagai penangkap ikan. Dan sedang mencari lokasi untuk memancing. Hal ini dibuktikan dengan adanya pan-cing di dalam speedboat.

’’Hanya saja, anggota kita yang curiga dengan kondisi haluan depan langsung melakukan pemeriksaan. Setelah dibongkar paksa ditemukan bungkusan teh Cina berwarna kuning keemasan. Dengan temuan ini, tekong speedboat tidak bisa mengelak dan langsung dimankan ke Mako Lanal Tanjungbalai Karimun untuk proses lebih lanjut. Setelah dihitung dan ditimbang jumlah kemasan teh Cina ada 21 de-ngan berat mencapai 21 kg,’’ paparnya.


Danlantamal IV Laksamana Pertama Arsyad Abdullah didampingi Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Catur Yogiantoro menunjukklan barang bukti 21 bungkus narkotika, Senin (15/7).
foto: batampos.co.id / SANDI Pramosinto

Dari penangkapan ini juga, lanjutnya, disita satu unit speedboat yang sudah dimodifikasi, uang tunai Rp7.180.000 dan 3 Ringgit Malaysia. Berdasarkan pengakuan dari Fendi Irfan bahwa rencananya sabu sebanyak itu akan dibawa dari Malaysia dengan tujuan ke Tembilahan. Sabu tersebut diberikan seorang warga Malaysia. Selain itu, jika barang haram ini lolos maka akan menerima upah sebesar Rp 200 juta.

’’Anggota kita juga berhasil meminta keterangan dari pelaku. Yakni, sebelum menjadi kurir sabu antarnegara, sudah pernah dua kali berhasil membawa sabu dari Tembilahan ke Pekanbaru. Hanya saja, berapa banyak jumlah-nya dan kepada siapa diberikan masih dilakukan peme-riksaan lebih lanjut. Dan, rencananya hasil penindakan ini akan kita serahkan ke BNN Provinsi Kepri untuk proses lanjut,’’ jelasnya.

Ditambahkam Danlantamal, speedboat yang diamankan dan saat ini ikut menjadi barang bukti bukan dibawa dari Indonesia. Melainkan, pelaku masuk ke Malaysia melalui jalur resmi. Hal ini dibuktikan de-ngan adanya paspor. Artinya, speedboat ini disiapkan oleh seseorang di Malaysia dan sudah dimodifikasi.

Kemudian, dibawa pelaku. Bahkan, dalam perjalanan sampai di perairan perbatasan, pelaku ada yang mengantar. Diduga kelompok dari bandar sabu yang melakukan pengawalan untuk mamastikan bahwa pelaku sudah keluar dari perairan Malaysia. (san)

Loading...