ilustrasi
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Persediaan sapi lokal di Kabupaten Karimun untuk memenuhi kebutuhan kurban di Hari Raya Idul Adha 1440 H/ 2019 masih terbatas. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan yang jumlahnya mencapai ratusan ekor tersebut harus didatangkan dari luar.

’’Kalau berdasarkan laporan dari bidang peternakan hewan, untuk persediaan sapi lokal kita tahun ini sama dengan tahun lalu sebanyak 85 ekor. Hanya saja, pada tahun lalu di Pulau Karimun persediaannya mencapai 50 ekor, tapi tahun ini hanya 35 ekor.



Kemudian, di Moro pada tahun lalu tidak ada, tapi sekarang sudah ada stok atau persediaan sebanyak 15 ekor. Ditambah dengan Pulau Kundur yang masih stabil tetap 35 ekor,’’ ujar Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karimun, Hurnaini, kepada batampos.co.id, Minggu (14/7).Dengan jumlah persediaan di bawah 100 ekor, katanya, sudah tentu belum mampu mencukupi kebutuhan lokal pada Hari Raya Idul Adha nanti.

Sehingga, ada 18 pemasok sapi yang sudah melapor untuk mendatangkan sapi dari luar Kabupaten Karimun. Dan, seperti pada tahun lalu, sebagian besar sapi yang akan dijadikan hewan kurban dari Sumatera Barat dan selebihnya dari Kabupaten Meranti.

’’Untuk perkiraan kita, pada tahun ini hewan sapi yang akan dikurbankan saat perayaan Idul Adha lebih banyak dari tahun lalu. Jika tahun lalu ada 452 ekor sapi dan 165 ekor kambing yang dikurbankan,’’ papar Hurnaini.

Sedangkan, tahun ini targetnya mencapai 476 ekor sapi dan 150 ekor kambing. Kalau dilihat untuk target kurban kambing mengalami sedikit penurunan.

Menyinggung tentang kesehatan hewan kurban, Hurna ini menjelaskan, para pemasok hewan kurban sudah terdaftar semuanya.

’’Artinya, setiap akan memasukkan hewan kurban ke Kabupaten Karimun harus dilengkapi dengan surat kesehatan hewan dari karantina hewan daerah asal,” ujarnya.

Kemudian, sampai di Karimun akan kembali dilakukan pemeriksaan oleh petugas karantina hewan. “Intinya, kita tidak ingin sapi yang dimasukkan ke Karimun dalam keadaan sakit. Sehingga, masyarakat yang mengonsumsinya bisa terkena dampak negatif. Misalnya, penyakit kuku dan mulut,’’ ungkapnya. (san)

Loading...