batampos.co.id – Kabupaten Karimun kembali mendapatkan kucuran anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 5,2 miliar lebih untuk penyediaan sarana dan prasarana instalasi pengolahan air limbah (Ipal). Bantuan ini diperuntukkan bagi tiga kecamatan di Pulau Karimun besar.

Pembangunan infrastruktur Ipal tersebut nantinya akan dikerjakan masyarakat itu sendiri melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Hal ini ditegaskan Kabid Perumahan dan Permukiman Rita Agustina dan Himsyar Sugiri dari Kementerian PUPR saat bimbingan teknis petugas lapangan.

’’Alhamdulillah, tiga kecamatan kita dapat bantuan dari pusat. Dan segera dimulai pengerjaannya, yang nanti akan bermanfaat bagi masyarakat,’’ jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perumahan, Kawasan, Pemukiman dan Kebersihan Karimun Hermawan Adi Susanto, Jumat (12/7/2019) sore.

Adapun tiga kecamatan tersebut, yaitu Kecamatan Karimun dengan lokasi pengerjaan di Kelurahan Sungai Lakam Barat dan Timur.

Di Kecamatan Meral dengan lokasi pengerjaan di Kelurahan Baran Barat dan Baran Timur, serta Kecamatan Tebing di Kelurahan Teluk Uma.

Tenaga fasilitator lapangan dilibatkan saat pengerjaan untuk membimbing dalam pengurusan administrasi maupun kualitas pekerjaan kepada KSM.

’’Nah, tenaga fasilitator lapangan sebelum dimulai pekerjaan. Dilakukan bimbingan teknis dulu yang melibatkan 10 orang dari Karimun, dua orang dari Anambas dan satu dari Lingga,’’ ujarnya.

ilustrasi

Pelaksanaan pekerjaan itu sendiri dalam waktu dekat akan dimulai. Di 2018 lalu, Karimun juga mendapatkan kucuran anggaran serupa melalui DAK sebesar Rp 17 miliar untuk empat kecamatan. Yaitu Kecamatan Moro dengan titik pengerjaan di Kelurahan Moro dan kelurahan Moro Timur.

Kemudian di Kecamatan Buru dengan lokasi pengerjaan di Desa Tanjungbatu Kecil.
Selanjutnya di Kecamatan Karimun dengan lokasi pengerjaan di Kelurahan Teluk Air, Kelurahan Sungai Lakam Timur, dan Kelurahan Sungai Lakam Barat. Lalu, Kecamatan Meral dengan lokasi pengerjaan masih tetap di Kelurahan Baran Barat dan Baran Timur.

’’Totalnya ada delapan kelurahan dan desa tahun lalu. Terjadi penurunan bantuan di tahun ini disebabkan pemerataan oleh pemerintah Pusat. Banyak masuk dari kabupaten/kota di Kepri,’’ terang Mawan, Kasi Permukiman.

Camat Karimun Arpan menyambut baik pemberian bantuan infrastruktur dari pusat. Bantuan ini menurutnya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

’’Syukurlah, bisa membangun fasilitas umum yang dikerjakan langsung oleh warga,’’ kata-nya. (tri)