Masyarakat Karimun tengah membahas kasus Gubernur Kepri di salah satu kedai kopi, Jumat (12/7/2019).
foto: batampos.co.id / Tri Haryono

PRO KARIMUN – Setelah Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditetapkan sebagai tersangka, banyak masyarakat Kepri khususnya di Kabupaten Karimun merasa tidak percaya dengan kabar tersebut. Kasus ini menjadi pembahasan masyarakat dari kedai kopi, tempat ibadah, hingga di kalangan ibu-ibu.

“Semoga beliau tabah dalam cobaan ini. Kalau di mata pasukan Sabtu Bersih yang dibentuk gubernur saat menjabat bupati rata-rata orang tua, merasa kaget dan tidak percaya atas kejadian tersebut,’’ ungkap Buyung, salah seorang anggota Sabtu Bersih, Jumat (12/7/2019).

Dikatakannya, selama menjadi Bupati Karimun, Nurdin Basirun tidak terlihat seperti pejabat yang harus dihormati. Dia selalu duduk dimana saja, dan bergaul dengan semua kalangan.

“Yang jelas, hingga menjadi orang nomor satu di Kepri, beliau tetap bersahaja. Sering bersenda gurau sama kita orang-orang tua dan sangat menyukai anak kecil,’’ tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Ahi, pemilik kedai kopi di Coastal Area. Ia juga kaget mengingat setiap kunjungan kerja ke Karimun Nurdin tetap menyempatkan diri untuk sarapan dengan menu kesukaannya, teh susu dan roti bakar di kedainya.

“Sayang ya. Beliau cukup ramah dan baik, kalau ke sini tetap menanyakan kabar saya. Tetap menyapa dengan menjabat tangan sama siapa saja. Tidak pandang warga biasa maupun pegawai,’’ ujar Ahi.

Yan, warga Karimun, mengungkapkan dalam pengajian Kamis (11/7/2019) malam lalu ia menyempatkan untuk berdoa agar Gubernur Kepri Nurdin Basirun tetap sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan yang tidak disangka. Walaupun demikian, apapun yang terjadi, ia tetap menilai seorang Nurdin Basirun telah berhasil membangun Kabupaten Karimun lebih maju di Kepri.

“Mudah-mudahan semua-nya ada hikmahnya. Pak Nurdin digemari semua kalangan, mulai ibu-ibu, bapak-bapak, anak muda, hingga anak-anak dari dulu hingga sekarang,’’ ungkapnya. (tri)

Loading...