batampos.co.id – Warga berharap agar Dinas Sosial (dinsos) Kabupaten Karimun menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang sudah banyak berkeliaran di Tanjungbatu, Kundur. Keberadaan gepeng ini sangat mengganggu warga setempat.

Marni, 53, warga Kundur, mengatakan, gepeng ini mengganggu kenyamanan warga jika tidak ada penanganan khusus dari dinas sosial. Ia berharap Pemkab Karimun menertiban dan membinamereka di Tanjungbatu. Jika para gepeng ini mempunyai keahlian khusus, menurutnya, maka mereka tidak lagi berada di jalanan.

Sekretaris Dinas Sosial Pemkab Karimun Anjitrisno menyatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karimun M. Syahrudin. Ia mengatakan, program razia gepeng maupun anak punk biasanya dilaksanakan di Karimun. Tapi tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan di Tanjungbatu, Kundur.

“Memang sebelumnya pernah kita lakukan penertiban gepeng di Pulau Kundur, tepatnya menjelang Ramadahan yang lalu. Untuk itu saya masih akan berkoodinasi terlebih dahulu dengan atasan saya, terutama untuk mengadakan penertiban sejumlah gepeng di Kundur,” tegas Anjitrisno.

Menurut Anjitrisno, penertiban gepeng dan anak punk dilakukan agar tidak mengganggu ketertiban dan kenyaman masyarakat umum. Kehadiran gepeng dan anak punk membuat warga tak nyaman.

”Untuk itu kami hadir untuk mengecek keberadaan mere-ka. Jika kita temukan, selanjutnya didata identitasnya dan akan dilakukan pembinaan di Dinas Sosial. Dalam hal ini diminta partisipasi serta peran aktif masyarakat jika me-ngetahui keberadaan pengemis, gelandangan, dan punk sebaiknya menginformasikan pada Dinas Sosial,” ucap dia. (ims)