F. Tri Haryono/Batam Pos
Seorang petugas dari Dinas Kesehatan sedang melakukan fogging di wilayah Kecamatan Karimun, beberapa waktu lalu. Fogging dilakukan sebagai upaya menekan jumlah penderita DBD.

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun terus melakukan upaya untuk meminimalkan jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satunya dengan cara me-nguji sampel darah pasien yang diduga terjangkit DBD. Mengingat, Kabupaten Karimun sebagai salah satu daerah endemis DBD.

“Sudah sejak beberapa bulan lalu kita terus melakukan uji sampel darah pasien jika terjangkit DBD. Caranya, darah pasien diambil dan diki-rimkan ke Badan Teknis Kesehatan Lingkungan (BTKL). Tujuannya, untuk mengetahui kategori virus DBD yang terjangkit kepada pasien. Sehingga, bisa menanganinya dengan tepat dan cepat,’’ ujar Kepala Dinkes Kabupaten Karimun Rahmadi, Kamis (11/7/2019).

Secara umum, kata Rahmadi, berdasarkan uji sampel darah yang pernah dilakukan, virus yang dibawa oleh nyamuk aedes aegepty penyebab DBD itu tidak selalu sama. Ada empat jenis, yakni den 1, den 2, den 3, dan den 4. Untuk Kabupaten Karimun sendiri sampai dengan saat ini, ha-nya ada dua den yang ditemukan yang biasa menyebabkan DBD, yakni den 1 dan den 2.

“Pentingnya mengetahui virus dengan kategori den ini tidak lain untuk pengobatan. Artinya, jika satu orang pasien yang terkena DBD dan diketahui virus den DBD tersebut lebih dari satu jenis, maka sudah termasuk yang parah.

Untuk itu, sejak awal ketika pasien tersebut diketahui DBD langsung akan diambul tindakan pengecekan darah. Sehingga dalam melakukan penanganan bisa lebih cepat. Karena, bukan tidak menutup kemungkinan jika terpapar berbagai virus den DBD akan menyebabkan kematian,’’ jelasnya.

Dilanjutkannya, untuk terhindar dari dari DBD ini salah satu caranya hidup bersih. Bersih di tempat tinggal dan juga pemukiman.

“Jika memang lingkungan pemukiman kotor, maka lakukan gotong royong. Jangan biarkan tempat-tempat yang bisa menampung air menjadi cikal bakal nyamuk penyebab DBD. Jika memang ada anggota keluarga yang sudah panas tinggi segera ke Puskesmas atau RSUD,” tutupnya. (san)