TAMPAK beberapa kios yang menjajakan seragam sekolah sepi pembeli di Pasar Puan Maimun, Rabu (10/7). Masyarakat saat ini lebih banyak memilih belanja seragam via online, alasannya lebih praktis dan kualitas mumpuni.
foto: batampos.co.id / try haryono

PRO KARIMUN – Memasuki tahun ajaran baru biasanya menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang seragam sekolah dan peralatan sekolah. Namun, kali ini hal itu tak berlaku lagi bagi pedagang seragam sekolah dan peralatan sekolah di Karimun.

Misalnya para pedagang seragam sekolah dan peralatan sekolah yang membuka lapaknya di Pasar Puan Maimun. Mereka mengeluhkan sepinya warga yang berbelanja seragam sekolah anaknya ataupun peralatan sekolah ke Pasar Puan Maimun, tak seperti tahun sebelumnya.

”Sepi sekali tahun ini orang belanja seragam sekolah ataupun perlengkapan sekolah lainnya seperti sepatu. Padahal soal harga, tetap sama, tak ada naik, sama persis seperti tahun lalu. Tak tahu karena apa, apakah karena memang lagi lesu ekonomi atau apa itu kurang tahu saya,” ujar salah satu pedagang seragam sekolah di Pasar Maimun, Santi, Rabu (10/7).

Seperti seragam sekolah SD untuk anak perempuan, satu set atas bawah dibanderol dengan harga Rp 140 ribu. Sedangkan untuk SMP dan SMA harganya Rp 190 ribu.

Sementara warga Karimun yang juga selaku orangtua siswa, Mia, mengaku dirinya lebih memilih berbelanja seragam sekolah anaknya via online. Alasannya selain kualitasnya jauh lebih bagus, harganya juga kompetitif serta tak perlu keluar rumah barang sudah diantar sampai ke rumah.

”Jauh lebih praktis, terkadang barangnya sudah lebih bagus, harganya pun jauh lebih murah dibandingkan saya beli ke pasar atau ke kios seragam. Simpel lah belanja via online. Kalau kekecilan atau kebesaran pun bisa dikembalikan,” ujar Mia.

Sementara Kadisdik Karimun Bakri Hasyim menegaskan, sekolah dilarang menjual atau menjajakan seragam sekolah ataupun mewajibkan siswanya membeli seragam sekolah di sekolah.

”Soal seragam kami kembalikan ke orangtua, kami bebaskan, boleh beli seragam jadi di pasar, kios, toko ataupun menjahit seragam sendiri. Soal seragam kami bebaskan, fleksibel tak ada pemaksaan dari sekolah,” tegasnya mengakhiri. (try)