Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Ketua KPK Agus Raharjo.

PRO KARIMUN – Mantan Bupati Karimun, Nurdin Basirun diduga terjaring Operasi Tangkap Tangkap (OTT) KPK, Rabu (10/7) malam. Nurdin Basirun diamankan bersama sejumlah pejabat di Pemerintahan Provinsi kepulauan Riau.

Bahkan dua diantara pejabat Kepri yang diamankan KPK terkait izin rencana reklamasi ini, juga merupakan mantan pejabat dari Bumi Berazam. Turut diamankan dalam OTT, yakni uang tunai pecahan dolar Singapura sebesar SGD 6.0000.

“Ada enam orang yang diamankan, unsur pejabat ada. Kepala daerah, Kadis, Kabid, PNS dan juga pihak swasta,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah lewat layanan pesan elektronik yang diterima batampos.co.id, Rabu (10/7/2019) malam.

Setelah melewati pemeriksaan secara marathon di Mapolres Tanjungpinang, keenamnya akan diberangkatkan ke Jakarta, Kamis (11/7) sekitar pukul 10.35. Total ada 16 orang dalam rombongan, termasuk dari KPK.

Karir politik pria kelahiran Moro ini, mulai terangkat saat mendampingi almarhum HM Sani pada pemilukada Kabupaten Karimun tahun 2001. Sejak itu, mantan cincu kapal pun terus menapak karir di panggung politik.

Tahun 2006, Nurdin Basirun kembali maju sebagai Bupati Karimun berpasangan dengan Aunur Rafiq. Sekali lagi pasangan Nurdin-Rafiq maju, dan terpilih pada pemilukada Kabupaten Karimun tahun 2011-2016.

Namun tahun 2015, Nurdin Basirun mundur sebagai Bupati Karimun untuk ikut bertarung pada pemilukada Provinsi Kepri, dan berpasangan dengan almarhum HM Sani.

Begitu menduduki singgasana Pemerintahan Provinsi Kepri, Nurdin Basirun pun memboyong sejumlah pejabat teras asal Kabupaten Karimun. Termasuk diantaranya mantan Kadis PU Karimun, dan mantan Kadis Pariswisata Karimun yang kini ikut terjaring OTT KPK. (enl)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Kepri Nurdin Basirun terkait dugaan suap pemberian izin lokasi untuk rencana reklamasi di
Kepri tadi malam,

Loading...