foto.Humas
Bupati serahkan SPPT PBB P2 kepada Kades se Pulau Kundur beberapa waktu lalu..

PRO KARIMUN – Realisasi penerimaan daerah dari sektor Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) tahun 2019, mencapai Rp1,936.965.945. Sementara Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karimun menargetkan penerimaan dari sektor PBB-P2 sekitar Rp7 miliar.

Tahun 2018, realisasi penerimaan dari sektor PBB-P2 mencapai Rp6,765,176,983. Atau melebihi target yang diberikan sekitar Rp5,5 miliar.

“Minimnya penerimaan PBB P2 di semester pertama di tahun 2019, karena karakter masyarakat memiliki kecenderungan melunasi pembayaran di batas akhir. Yakni, pada 30 September,” jelas Kasubbid Penilaian, Penetapan dan Pengaduan PBB dan BPHTB Bapenda Karimun, Firman Zulkhaidi, Senin (7/8/2019).

Untuk tahun 2019, Bapenda telah mencetak sebanyak 81.044 lembar Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB-P2. Bahkan telah diserahkan kepada perangkat kelurahan, dan desa dengan harapan segera diteruskan kepada wajib pajak.

Tapi pendistribusian SPPT PBB-P2 tahun 2019, sedikit terhambat karena beberapa faktor. Di antaranya, karena baru berlangsung pemilihan umum secara serentak. Padahal, batas waktu penyerahan SPPT PBB-P2 kepada wajib pajak adalah 30 Juni.

“Jadi, secara pasti kami belum mendapat informasi dari kelurahan maupun desa, berapa SPPT PBB-P2 yang sudah diserahkan ke wajib pajak,” tutur Firman.

Pastinya, lanjut Firman, realisasi penerimaan PBB P2 pada semester pertama sekitar Rp1,936,965,945. Sedangkan untuk pembayara bisa dilakukan melalui Bank Riau Kepri, Bank BNI 46, dan PT Pos Indonesia.

“Saya imbau kepada wajib pajak, segeralah lunasi PBB Anda. Sebab, apabila nanti terjadi transaksi jual beli lahan maupun bangunan, pasti ditanya apakah sudah bayar pajak,” ingatnya.

Terpisah, salah seorang wajib pajak, Kardinal mengaku sering telat menerima SPPT PBB-P2. Sehingga, belum bisa melakukan pelunasan di awal-awal.

“Seharusnya petugas pengantar SPPT PBB P2, proaktif. Tak mungkin setiap tahun saya harus nanya ke Bapenda,” keluhnya. (tri)