Agen gas bersubsidi saat melakukan pendistribusian gas 3 kilogram kepada salah satu pangkalan.

PRO KARIMUN – Kuota minyak tanah bersubsidi untuk wilayah Kabupaten Karimun masih tersisa 10 persen dari alokasi 713 ton. Artinya, belum dicabut subsidi kuota minyak tanah meski berlaku konversi ke gas LPG 3 kg.

“Kuota minyak tanah subsidi masih ada sisa untuk bulan Juli. Jumlahnya sekitar 71 kilo liter untuk lima perusahaan penyalur yang ada di Kabupaten Karimun,” ungkap Sekda Karimun, M Firmansyah, Selasa (8/7/2019).

Tidak dicabutnya secara penuh kuota minyak tanah subsidi di Karimun, karena ada permintaan dari Pemerintah Kabupaten ke Kementerian ESDM. Namun program konversi minyak tanah subsidi ke gas LPG 3 kilogram yang telah berlangsung selama satu tahun, tetap dievaluasi.

“Jadi, jika konversi minyak tanah ke gas benar-benar stabil, kemungkinan kuota minyak tanah bersubsidi dicabut. Tapi sebaliknya, kuota minyak tanah bersubsidi diberikan jika memang konversinya masih belum berjalan stabil,” papar Firman.

Mengenai kelanjutan pembagian paket konversi LPG 3 kg, Firman menyebutkan, laporan dari Bagian Perekonomian menyatakan telah menyerahkan data penerima manfaat ke Kementerian ESDM. Lantaran masih terdapat warga mampu yang masuk dalam daftar penerima manfaat, maka masih akan dilakukan validasi kembali.

“Jika pelaksanaan validasi selesai, maka nama-nama masyarakat yang tidak mampu, dan tidak masuk dalam penerima manfaat segera diusulkan kembali ke Kementerian ESDM. Sehingga, yang mendapatkan paket konversi benar-benar dari masyarakat tidak mampu sesuai tulisan di tabung gas LPG 3 kg,” tuturnya. (san)