Ribuan ponsel selundupan hasil tangkapan BC dimsnahkan dengan cara dibakar. (sandi)

PRO KARIMUN – Kantor Wilayah (Kanwil) Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun melakukan pemusnahan barang hasil penegahan yang sudah berstatus barang milik negara (BMN), Rabu (3/7/2019). Diantara barang yang dimusnahkan terdapat 7.898 unit ponsel senilai Rp5 miliar.

“Barang hasil penegahan ini, kita musnahkan dengan cara dibakar,” ujar Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri di Tanjungbalai Karimun, Agus Yuilianto.

Mengapa tidak dilelang? “Pastinya, barang yang masuk secara selundupan tidak bisa mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kominfo,” jelas Agus.

Sebelum dibakar, ribuan ponsel berbagai merek terlebih dahulu direndam dengan air laut. Hal itu untuk memastikan jika ponsel selundupan tidak bisa dipergunakan lagi.

Selain ponsel, ikut dimusnahkan barang larangan dan barang yang dibatasi impornya dalam bentuk makanan, pakaian bekas, dan software asli. Total keseluruhan nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp9,8 miliar lebih.

“Pemusnahan kita lakukan sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi Bea Cukai dalam rangka melindungi masyarakat. Khususnya, terhadap peredaran barang-barang ilegal yang membahayakan dengan cara menghilangkan nilai guna,” bebernya.

Terpisah Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Pusat, Bahaduri Wijayanta Bekti menyebutkan, untuk hasil Operasi Laut Terpadu Jaring Sriwijaya III yang berlangsung Mei sampai dengan bulan Juni, pihak BC telah melakukan penindakan 27 kali.

“Berbagai komoditas berhasil kita amankan. Seperti rokok kawasan bebas yang diangkut menggunakan speedboat tujuan ke Riau,” paparnya.

Selanjutnya di Perairan Aceh, kapal patroli BC berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu dua kali. Yang pertama sebanyak 5 kg dengan tersangka satu kru kapal, dan satu kru kapal lainnya terjun ke laut dan belum ditemukan.

Penindakan kedua, yakni sabu sebanyak 30 kg dengan mengamankan 4 orang kru kapal. Termasuk penindakan barang bekas berupa tas dari dalam kapal penumpang, dan 98 karton berisi 3.279 unit ponsel.

“Saat ini hasil penindakan masih dalam proses penyidikan,” katanya. (san)

Loading...