f.humas pemkab karimun
Bupati meminta Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD untuk membantu pengobatan Elandra Dwi Guna, pasien yang mengidap kanker otak.

PRO KARIMUN – Heboh berita mengenai orangtua yang rela menjual ginjal demi mengobati anaknya yang menderita sakit kanker otak, mendapat perhatian serius dari Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Orang nomor satu di Kabupaten Karimun ini, baru bisa menjenguk pasien kanker otak (Elandra Dwi Guna), setelah menjalani operasi di RSUD Muhammad Sani, Kamis (4/7/2019).

Di RSUD Muhammad Sani, Aunur Rafiq bertemu Eli Kristianto, orangtua Elandra Dwi Guna. Ditemani Kepala Dinas Kesehatan Rachmadi, dan Direktur RSUD Muhammad Sani, Zulhadi, Aunur Rafiq mengaku prihatin dengan apa yang dialami Eli Kristianto.

Apalagi pria 59 tahun itu, diketahui hanya seorang penjaga musala, dan tidak memiliki penghasilan tetap. Spontan Bupati memerintahkan Kadis Kesehatan, dan Direktur RSUD untuk membantu pengurusan kepesertaan BPJS Elandra DWi Guna, sekaligus pembiayaan pengobatan selama di RSUD Muhammad Sani.

“Pak Rachmadi (Kadis Kesehatan, red), tolang dibantu pengurusan BPJS-nya. Juga Pak Zulhadi, dibantu
pengobatan selama di RSUD,” pinta Bupati kepada Kadis Kesehatan, dan Direktur RSUD.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengangkat Eli Kristianto menjadi pegawai tenaga kontrak kebersihan di Dinas Kebersihan. Beliau ditempatkan sebagai petugas kebersihan di Pasar Malam.

“Kita berharap dan berdoa, semoga Elandra Dwi Guna sehat, dan bisa beraktivitas kembali. Begitu juga Pak Eli bisa menjalani pekerjaannya dengan rasa syukur,” ucap Bupati.

Mendengar apa yang disampaikan Bupati, membuat Eli Kristianto menangis bahagia. Ucapan syukur, sekaligus terima kasih disampaikannya kepada Bupati yang telah banyak membantunya.

“Alhamdulillah, dan terima kasih banyak saya ucapkan kepada bapak Bupati yang telah membantu meringankan beban saya,” ujar Eli Kristianto haru.

Usia menjenguk pasien, Bupati Karimun meninjau mesin pencuci darah yang baru dimiliki oleh RSUD Muhammad Sani di ruang Hemodealisa.

Kisah Eli Kristianto yang ingin menjual ginjalnya mencuat pada Sabtu (29/6/2019) lalu. Pria berkacamata ini, menawarkan ginjalnya kepada setiap orang yang lewat di depan pintu masuk pelabuhan domestik Tanjungbalai Karimun demi mengobati anaknya yang menderita kanker otak.

Penawaran itu dituangkan warga Teluk Air ini, melalui selembar kertas karton yang ditempelkan di dadanya. Di mana, hasil penjualan ginjal akan digunakan untuk biaya pengobatan anak keduanya, Elandra Dwi Guna, 23 yang mengidap tumor otak.

“Saya tak tahu lagi mau kemana, mau gimana. Saya butuh biaya untuk pengobatan anak saya yang sakit tumor otak,” tutur Eli.

Aksi nekat Eli Kristianto sempat menghebohkan masyarakat Karimun. Banyak warga yang bersimpati, dan turut memberikan bantuan untuk meringankan penderitaan pria yang juga menjadi muazin di salah satu musala di Kelurahan Tanjungbalai Karimun tersebut. (enl)