Kerupuk Gendar atau kerupuk nasi masih beredar di pasaran yang dinyatakan oleh Badan POM di Batam mengandung zar berbahaya. (tri)

PRO KARIMUN – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam menemukan 10 jenis makanan yang dijual tidak memenuhi syarat karena mengandung borak, dan rhodamin atau zat pewarna. Temuan ini diketahui setelah dilakukan sampling, dan uji cepat 100 jenis makanan melalui monitoring, dan evaluasi Program pasar aman dari bahan berbahaya di Kabupaten Karimun Juni 2019.

Hasil temuan tersebut, BPOM Batam meminta penanggungjawab Pasar Puan Maimun Karimun menindaklanjuti dengan memberikan sanksi peringatan kepada pedagang. Intinya, meminta pedagang tidak lagi menjual produk makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Namun, data yang dilampirkan BPOM di Batam melalui surat dengan nomor B-PH.02.954.06.19.3238 itu, dibantah Kepala Unit Usaha Pasar Puan Maimun, M Soleh. Karena dari 10 pedagang yang dilaporkan menjaul produk tidak memenuhi syarat, hanya empat orang yang berjualan di Pasar Puan Maimun.

“Data yang disampaikan BPOM tidak benar. Karena hanya ada empat pedagang saja yang berjualan di Pasar Puan Maimun. Selebihnya saya tidak kenal,” tegas M Soleh, Rabu (3/7/2019).

Soleh menyayangkan sikap BPOM yang tidak menginformasikan terlebih dahulu hasil temuan tersebut ke pengelola Pasar Puan Maimun. Sehingga, data yang dipublikasikan benar-benar akurat.

Apalagi dalam surat tersebut, BPOM meminta pengelola pasar memberikan sanksi peringatan kepada pedagang.

“Dimana kapasitas kami. Artinya, kami tidak ada hubungannya dengan UU no-18 tahun 2012 tentang pangan. Kan, sudah ada instansi berwenang,” sergah Soleh.

Dijelaskan Soleh, BPOM sudah mempunyai satgas untuk menindaklanjuti pedagang yang kedapatan menjulan prooduk makanan tidak sesuai syarat. Dan pengelola pasar hanya sebagai fasilitasi untuk mempertemukan pedagang dengan satgas.

“Atas surat BPOM sudah saya laporkan ke Dirut Perusda Karimun untuk ditindaklanjuti. Yang jelas, kita tidak mempunyai kapasitas untuk memberikan sanksi peringatan kepada pedagang,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindag dan ESDM Karimun Muhammad Yosli mengatakan, pihaknya akan turun ke lapangan untuk mengecek kepastian 10 pedagang yang menjual makanan mengandung bahan berbahaya.

“Ya nanti kita cek dahulu kepastian para pedagang. Sabar dulu,” jawab Yosli singkat.

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rahmadi pun mengaku siap turun ke lapangan untuk menarik produk makanan yang tidak memenuhi syarat. Selajutnya dilakukan pemusnahan sesuai surat edaran Badan POM Batam.

“Saya imbau kepada para pedagang agar tidak menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya. Seperti, kerupuk tempe, terasi merah, siomay, kerupuk nasi, terasi merah, tahu jawa, kerupuk rambak, kerupuk tepung kecil, kerupuk tepung lebar dan pelembut daging,” tegasnya.

Sedangkan, pantauan dilapangan makanan jenis kerupuk yang mengandung bahan berbaya masih beredar bebas. (tri)