PROKARIMUN – Nilai investasi di Kabupaten Kairmun sampai menjelang berakhirnya semester pertama tahun ini mencapai Rp 2,4 triliun. Sebagian besar berasal dari penanaman modal asing (PMA), seperti perusahaan kontruksi di PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) dan termasuk perusahaan shipyard atau galangan kapal.

”Nilai investasi yang besar itu dari galangan kapal, konstruksi untuk keperluan pengeboran minyak dan gas lepas pantai, perkebunan, dan investasi perhotelan,’’ ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karimun Sularno, Selasa (25/6).

Menyinggung tentang peningkatan atau penambahan investasi pada semester pertama tahun ini, Sularno menyatakan sejak awal tahun sampai saat ini belum ada investasi baru yang masuk.

’’Hanya saja, tidak berarti berarti tidak ada yang data ke tempat kita untuk melihat lokasi atau lahan yang akan dijadikan investasi,” urainya.

ilustrasi

Misalnya, untuk lahan shipyard masih ada pulihan hektare yang tersedia. Tapi untuk pertanian di Pulau Kundur lebih banyak lagi.

Terkait usulan Pulau Asam yang akan dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK), Sularno me-ngatakan sudah sejak tahun lalu sampai dengan saat ini belum ada perkembangan lebih lanjut.

Hanya saja, beberapa bulan lalu sempat mendengar pengesahan kawasan tersebut untuk dijadikan KEK tinggal menunggu alih fungsi hutan saja. Untuk progres selanjutnya memang belum ada kabar.

Untuk pekerjaan di Pulau Asam memang sudah tidak ada. Tapi, sebelumnya memang ada kegiatan cut and field. Tapi, pekerjaan tersebut sudah selesai.

“Kita yakin jika memang KEK untuk Pulau Asam diteken oleh Presiden, maka sudah tentu investasi akan bergerak lagi untuk pulau itu. Selain itu, juga akan membuka peluang pekerjaan untuk tenaga kerja lokal,’’ katanya. (san)