ilustrasi

batampos.co.id – Saat ini suplai air bersih dari unit usaha air bersih PDAM Tirta Karimun yang ada di Kecamatan Moro memang sudah kembali normal. Namun, pada bulan lalu hampir satu bulan lamanya pelanggan air bersih tidak bisa menikmati air bersih disebabkan waduk mengalami kekeringan.

”Bulan lalu air bersih ke masyarakat Moro tersendat karena memang waduk me-ngalami kekeringan akibat kemarau panjang. Ditambah lagi waduk yang dijadikan tempat air bersih merupakan waduk tadah hujan, yang berarti sangat tergantung dengan air hujan,” ujar Dirut PDAM Tirta Karimun Indra Santo, Minggu (23/6/2019).

Agar tak terulang lagi suplai air bersih tersendat ke masyarakat akibat waduk keke-ringan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Karimun dalam mening-katkan waduk air bersih di Moro. Salah satunya dengan cara pendalaman waduk atau membuat sumur di dalam waduk. Sehingga nantinya tidak terlalu tergantung de-ngan air hujan.

”Selain berkoordinasi de-ngan Pemkab Karimun, kami juga berkoordinasi dengan Badan Wilayah Sungai (BWS). Karena sebelum dilakukan pendalaman atau pembuatan sumur di dalam waduk, terlebih dahulu harus diketahui oleh BWS sebagai pihak yang memiliki kewenangan,” terangnya.

Ia berharap tahun ini BWS melakukan studi banding dan bisa menghasilkan kesimpulan, apakah harus melakukan pendalaman atau pembuatan sumur.

Soal biaya, anggarannya akan diusulkan ke pemerintah pusat. Sebab untuk pendalaman atau pembuatan sumur, dibutuhkan biaya, seperti pendalaman waduk air bersih di Kundur yang saat ini masih berjalan. Sehingga tahun depan saat datang musim kemarau, tidak akan terlalu berdampak pada pasokan air bersih ke masyarakat. (san)

Loading...