batampos.co.id – Gedung Karimun Exhibition and Convention Centre (KECC) yang berada di lokasi Coastal Area tidak terawat. Bahkan sudah ada beberapa bagian yang rusak. Padahal gedung yang dibangun PT Nindya Karya tahun 2013 lalu ini seharusnya sudah bisa difungsikan. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan apakah pembangunan gedung ini akan dilanjutkan atau tidak.

’’Belum dapat kita lunasi utang ke pihak kontraktor sebesar Rp5,6 miliar. Tetap, akan dianggarkan pada tahun berikutnya,’’ jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Karimun, M Zulfan, Kamis (20/6/2019).

Hanya ada beberapa bagian dari gedung tersebut yang sudah ditata seperti bagian parkir. Sehingga ini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat beraktivitas, seperti berjualan dan untuk kegiatan lainnya.

’’Ada sedikit kita anggarkan, seperti penimbunan dan pemasangan paving blok beberapa tahun lalu dan sudah bisa dimanfaatkan,’’ ungkapnya.

Gedung Karimun Exhibition and Convention Centre (KECC)

Salah satu tokoh masyarakat, Ketua DPW LMB Kepri Datok Azman Zainal menyayangkan pembangunan gedung KECC tidak kunjung dilanjutkan oleh pemerintah daerah. Padahal, gedung KECC tersebut dibangun menggunakan uang rakyat yang cukup banyak hingga belasan miliar rupiah.

’’ Yang jelas, pihak eksekutif maupun legislatif tidak peduli. Masak utang hanya berapa miliar aja tidak kunjung dilunasi. Kan, tidak masuk akallah,’’ paparnya.

Dia berharap setelah dilunasi, gedung tersebut bisa digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pertemuan dan promosi. ’’Setiap pembangunan harusnya ada azas manfaat bagi publik. Nah, sekarang sudah banyak yang rusak hampir 70 persen. Perlu anggaran yang lebih besar lagi, bisa-bisa dua kali lipat dari anggaran pembangunan dahulu,’’ ujarnya.

Pantauan di lapangan, kondisi gedung KECC cukup parah. Dari bagian dalam gedung sudah terlihat atapnya bocor. Kabel listrik di sana juga sudah banyak yang hilang. Kaca yang ada di empat sudut gedung juga sudah pada pecah-pecah. Kesannya seperti gedung tua tidak bertuan.

’’Gedung ini seperti tidak bertuan, dilihat dari laut saja sudah jelek. Apalagi dilihat dari darat. Kita melintas saja seperti gedung lama yang terbiarkan begitu saja. Sangat disayangkan kalau terus dibiarkan,”’ ujar Dina salah seorang warga Karimun. (tri)