BUPATI Karimun Aunur Rafiq mengalungkan medali kepada salah seorang atlet yang berprestasi saat memenangi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Porprov Kepri ke-4, tahun lalu. Sampai saat ini bonus yang dijanjikan Bupati Karimun untuk atlet pendulang medali tak kunjung dicairkan.

batampos.co.id – Para atlet Kabupaten Karimun yang mengukir prestasi saat berkompetisi pada Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Kepri ke 4 tahun 2018 lalu yang telah mendulang sebanyak 54 medali emas, 43 perak, dan 47 perunggu, belum mendapatkan bonus seperti yang dijanjikan Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Sebelumnya Aunur Rafiq menegaskan pihaknya akan memberikan bonus kepada atlet yang mendulang medali di Porprov Kepri pada bulan Maret 2019. Nyatanya sampai sekarang bonus yang ditunggu para atlet itu belum juga dicairkan.

”Ini orangtua atlet yang menyumbang medali Porprov Kepri pada nanya ke saya terkait janji Bupati Karimun yang akan memberikan bonus. Tapi sampai sekarang ini janji itu tak terealisasi,’ ujar Ketua Bridge Karimun, Zulfikri, Rabu (19/6).

Ketua KONI Karimun Jhon Abrison ketika ditanya mengatakan, untuk bonus para atlet bukan pada pihaknya, melainkan ada di pihak Pemkab Karimun, dalam hal ini berada di Dinas Pemuda dan Olahraga Karimun yang telah dianggarkan pada APBD 2019.

”Beberapa waktu lalu saya rapat dengan Dispora, katanya ada kendala di administrasi para atlet. Yang pasti silakan konfirmasi ke Dispora saja,’’ jawabnya.

Sedangkan, Sekretaris Dispora Karimun Khairul saat dikonfirmasi Batam Pos menjelaskan, belum dikeluarkan bonus untuk para atlet tersebut dikarenakan ada kesalahan data antara atlet beregu dengan perorangan. Sehingga bonus yang sudah dianggarkan di APBD 2019 sekitar Rp 600 juta untuk 400 orang atlet dan pelatih terjadi keterlambatan.

”Saya berharap sabar dahulu para atlet ya. Sekarang kami sedang melakukan perbaikan data yang diperkirakan pada bulan Agustus baru dikeluarkan. Artinya, akan dimasukkan ke APBD-P 2019,’’ ungkapnya.

Seperti berita sebelumnya, kontingen atlet kabupaten Karimun menduduki peringat ke 3 setelah kota Batam dan kota Tanjungpinang dengan total medali 144. Untuk cabor karate mendapatkan medali emas tujuh, medali perak tiga dan perunggu satu. Kemudian disusul cabor tarung drajat dengan medali dua emas, empat perak dan delapan perunggu. Dan cabor sepeda sport dengan medali lima emas dan dua perunggu. (tri)