foto: batampos.co.id / sandi p

batampos.co.id – Kebutuhan properti untuk rumah tinggal di Karimun mengalami peningkatan. Khususnya, untuk perumahan subsidi. Penurunan permintaan disebabkan angsuran yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rumah sederhana non subsidi.

Ketua DPC Real Estat Indonesia (REI) Kabupaten Karimun, Supriyanto, mengatakan dalam dua tahun terakhir, developer atau perusahaan pengembang properti banyak yang membangun rumah bersubsidi dibandingkan dengan rumah sederhana non subsidi.

Loading...

”Dan, saat ini ada dua lokasi yang sedang marak dilakukan pembangunan rumah subdisi. Yakni, di Kecamatan Meral dan Tebing. Dan, sampai pertengahan tahun ini permintaan rumah bersubsidi mengalami peningkatan sebesar tujuh persen,’’ ujarnya, Selasa (18/6).

Salah satu alasan pengembang membangun rumah bersubsidi, dikarenakan uang muka kecil. Yakni, hanya lima persen dari harga rumah subsidi di bawah Rp 200 juta.

Selain itu, kebutuhan rumah cukup tinggi di Karimun saat ini. Artinya, dengan ketersediaan lahan yang terbatas dan peminat untuk rumah subsidi meningkat, maka banyak yang memilih membangun rumah subsidi.

’’Dengan luas lahan tertentu, maka pengembang memilih untuk membangun rumah bersubsidi yang rata-rata untuk satu rumah membutuhkan lahan 36 meter persegi. Sedangkan, jika dengan luas lahan yang sama membangun rumah sederhana non subsidi yang rata-rata luas satu rumah 45 meter persegi, maka jadinya tidak terlalu banyak,’’ paparnya. (san)

Loading...